Ini Evaluasi Ganjar Setelah Mengamuk di Jembatan Timbang Soal Pungli

Ini Evaluasi Ganjar Setelah Mengamuk di Jembatan Timbang Soal Pungli

- detikNews
Senin, 05 Mei 2014 14:55 WIB
Ini Evaluasi Ganjar Setelah Mengamuk di Jembatan Timbang Soal Pungli
Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengakui kinerja jembatan timbang menurun setelah prosedur pelayanannya mengikuti perda yang ada. Oleh sebab itu, Ganjar menilai perlu adanya perda baru diikuti perbaikan sistem dan fasilitas di jembatan timbang.

Ganjar mengatakan, pasca ia mengamuk di jembatan timbang Subah Kabupaten Batang, seluruh jembatan timbang di Jawa Tengah mengikuti perda yang ada. Namun ternyata kinerja jembatan timbang justru tidak maksimal karena banyak truk yang terpaksa dibiarkan melintas tanpa masuk jembatan timbang akibat antrean yang panjang.

"Setelah dicoba (mengikuti perda), kinerjanya tidak yahud. Satu truk butuh 5 menit sampai 6 menit. Kalau antrean sudah 100 meter polisi nyemprit, maka mereka free, lewat," kata Ganjar usai peresmian Waduk Jatibarang Semarang, Senin (5/5/2014).

Dari data yang diperoleh detikcom, jumlah truk yang terpaksa dibiarkan melintas tanpa masuk ke jembatan timbang Subah pada awal bulan Mei yaitu tanggal 1 Mei 2014 lalu berjumlah 1.270 truk, kemudian tanggal 2 Mei 2014 sebanyak 1.532 truk. Hal itu karena satu truk ditangani sekitar lima menit bahkan bisa 15 menit jika sopir truk "ngeyel".

Politisi PDIP itu menambahkan pihaknya sedang menggodok peraturan baru serta sistem yang akan diterapkan di jembatan timbang. Ia pun berharap nantinya ada teknologi dan fasilitas yang mendukung perda yang akan direvisi itu.

"Apakah nantinya dibikin dua atau tiga jalur di jembatan, kemudian dengan teknologi tanpa uang cash, pakai kartu gesek-gesek bayar ke negara. ini lagi diolah," tandasnya.

Ganjar marah besar di jembatan timbang Subah, Batang, Minggu (27/4) lalu. Ia kecewa karena sopir atau kernet truk membayar denda kelebihan muatan tanpa struk. Akibatnya, uang denda masuk ke kantong petugas, bukan negara.

(alg/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini