Suhardiman: Kalla Menang, Golkar jadi Alat Politik Pemilu 2009

Suhardiman: Kalla Menang, Golkar jadi Alat Politik Pemilu 2009

- detikNews
Kamis, 16 Des 2004 19:41 WIB
Jakarta - Jika Jusuf Kalla terpilih menjadi ketum, Partai Golkar akan dijadikan alat politik untuk mempersiapkan diri pada Pemilu 2009. Selain itu, risiko SBY akan lebih besar jika Kalla memimpin partai beringin. Hal itu dikatakan tokoh pendiri Partai Golkar Suhardiman di Sekretariat SOKSI, Jl. Teluk Betung 45A, Jakpus, Kamis (16/12/2004). "Risiko SBY akan lebih besar jika Jusuf Kalla memenangkan ketum Partai Golkar. Jadi saya pikir SBY sedang mendoakan agar Akbar Tandjung yang menang. Dan saya pikir Jusuf Kalla musuh dalam selimutnya SBY," ujarnya. Suhardiman memperkirakan SBY masih akan mencalonkan lagi sebagai presiden pada pemilu mendatang. Jika Kalla menang dalam perebutan kursi ketum Partai Golkar, langkah SBY periode mendatang akan terhadang. "Menurut saya, SBY masih ingin memimpin negara ini sampai 2 periode dan tindakan yang dilakukan Jusuf kalla ini jelas akan menghadang kepemimpinan SBY nanti," katanya. Soal pertarungan perebutan ketum di Munas Golkar, kata Suhardiman, hingga kini belum ada tokoh alternatif selain kubu Kalla dan Akbar. Seandainya Kalla menang, kemungkinan pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai ketum Partai Golkar akan dilaksanakan Agung Laksono. Sedangkan, jika Akbar Tandjung yang menang, Partai Golkar akan meneruskan sharing politiknya dengan PDIP. "Tetapi jika dibandingkan antara Kalla dan Akbar, saya lebih memilih Akbar. Tapi Akbar Tandjung harus mengubah pusat bobot kekuatan Partai Golkar yang saat ini didominasi HMI. Hendaknya Akbar harus mengubah menjadi HMI plus. Karena HMI sudah berada di dalam plus-nya itu SOKSI, Kosgoro dan MKGR," jelasnya. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini