Hal itu diutarakan oleh Presiden SBY dalam KTT Forests Asia Summit yang diselenggarakan di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2014). Dalam acara tersebut, SBY menyampaikan masih ada kekurangan yang masih perlu diperbaiki salah satunya adalah penanganan hutan di Riau.
"Masih banyak hutan dan lahan gambut di Asia Tenggara yang masih terus berkurang. Contohnya provinsi riau yang masih mengalami kebakaran hutan dari waktu ke waktu meskipun upaya pencegahan yang dilakuakn otoritas setempat telah dilaksanakan," ujar SBY.
SBY mengatakan pemerintah juga sudah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk pelestarian lingkungan dan hutan. Menurut Presiden, pelestarian lingkungan menjadi strategi penting dalam kebijakan pembangunan empat jalur di Indonesia selain pro terhadap pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.
"Untuk itulah, sejumlah kebijakan telah dilaksanakan guna terus mengurangi pengrusakan hutan serta emisi karbon," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, SBY juga berjanji akan menekan angka emisi karbon di Indonesia. Dia menargetkan 26 persen pengurangan emisi karbon sampai dengan 2020.
"Kita mengendalikan untuk mengurangi setara 211 juta ton C02 pertahun dari bisnis biasa," ujarnya Presiden.
Presiden juga menegaskan, pelestarian juga harus menempatkan masyarakat sekitar sebagai pemangku kepentingan dan kebutuhannya tidak dilupakan. Untuk itu peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan juga menjadi perhatian dalam pelestarian alam.
PARALLAX IN DETAIL
300x250
300x250
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(rvk/ndr)
