Rangkaian proses pembersihannya telah dimulai pada hari ini dan akan berlangsung sampai 18 Mei ke depan. "Hari ini 5 Mei kita adakan selamatan. Kita berupaya berdoa dulu supaya semuanya bejalan dengan lancar, sesuai dengan harapan dan tidak ada halangan," kata Kepala Unit Pengelola Tugu Monas, Rini Hariyani ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya di Monas, Jakarta Pusat, Senin (5/52014).
Pada acara seremonial tadi diadakan pemotongan tumpeng. Acara tersebut juga dihadiri oleh Roland Staehler (General Manager Kaercher Indonesia) serta pemerintah provinsi DKI yang diwakili oleh Sylviana Murni (Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata).
Selain mengadakan selamatan, mulai hari ini juga sudah mulai dilakukan persiapan umum termasuk loading peralatan. "Dilaksanakan instalasi semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk pembersihan itu di pelataran puncak," kata Rini.
Pengamatan Detikcom, di areal Monas sudah terlihat beberapa pekerja hilir mudik. Mereka mengenakan helm biru. Di salah satu sudut taman tugu Monas juga ada dipasang tenda. Dua unit mobil untuk keperluan pemasangan alat juga terlihat diparkir di areal bawah tugu Monas. Loading alat sendiri akan dilakukan dalam dua hari ini setelahnya baru mulai pembersihan.
GM Kaercher Roland Staehler secara terpisah menuturkan seluruh kegiatan "memandikan" Monas akan dilakukan dengan teknologi peralatan pembersih yang menghasilkan air panas bertekanan tinggi. Setelah itu sisa-sia air yang kotor akan dikeringkan pakai mesin sikat produk perusahaanya.
"Kita punya teknologi yang kita yakini bisa membersihkannya. Kecuali pada bagian marmer tugu, nanti tekanannya akan kita atur sehingga lapisannya tidak rusak," kata Roland ketika ditemui di kawasan Monas.
(ros/ndr)











































