Menelusuri Keberadaan Catatan 'Korban' si Emon

Infografis

Menelusuri Keberadaan Catatan 'Korban' si Emon

- detikNews
Senin, 05 Mei 2014 14:31 WIB
Menelusuri Keberadaan Catatan Korban si Emon
Jakarta - Andri Sobari alias Emon (24) mengaku memiliki buku catatan berisi nama-nama korban yang pernah dia cabuli. Pengakuan itu sungguh mengejutkan mengingat jumlah korban yang semakin hari terus bertambah.

Polisi pun menyelidiki keberadaan buku tersebut berdasarkan pengakuan Emon. Terlebih, Emon juga mengaku beraksi sepekan sekali dari sekitar bulan Januari 2013 dan melakukan pelecehan kepada para korban hingga 2-3 kali.

"Ya, saya punya catatan nama anak-anak yang sudah saya ebol (sodomi). Tapi nggak semuanya saya catat, ya hanya anak tertentu saja," kata Emon.

Polisi juga mengungkapkan kemungkinan adanya korban yang belum melapor. Korban yang merupakan bocah berusia kisaran 6-13 tahun terus bertambah hingga 73 orang.

Polisi juga tak patah arang dan memprediksi adanya korban lain. Kapolres Sukabumi AKBP Andri Santoso memperkirakan korban berjumlah ratusan.

"Coba saja dihitung, kalau seminggu 3 kali dikali 4 dalam sebulan sudah berapa? 12 kan, nah 12 dikalikan 12 dalam setahun sudah 144, lebih itu dari seratus," kata Hari.

Namun agaknya penelusuran catatan harian si Emon kandas di tengah jalan. Padahal, buku itu bisa menjadi petunjuk kisaran jumlah korban yang berhasil 'dieksekusi' Emon.

"Kita sudah mencari ke rumahnya. Kita geledah dan ternyata tidak menemukan apa-apa. Kemungkinan buku itu tidak ada karena pelaku kan sering mengada-ada," ujar Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Sulaeman ketika dihubungi detikcom, Senin (5/5/2014).

Saat detikcom menyambangi rumah Emon, ibunda Emon juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, anak sulungnya tidak pernah memiliki buku catatan.

Di dalam kamar yang ditempati Emon juga tidak terdapat coretan yang mengarah ke nama-nama korban. Ibunda Emon hanya menyebutkan jika Emon mempunyai hobi mengisi TTS (teka-teki silang).

"Nggak ada (buku catatan harian si Emon). Dia cuma suka main TTS," kata ibunda Emon yang berusia 39 tahun saat ditemui detikom, Sabtu (3/5) lalu, di kediamannya di daerah selatan Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Berikut infografis catatan harian si Emon:



(dha/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads