"Kita tentuin kriteria, yang pertama, gratis. Karena yang mau kasih gratis banyak dan kita perlu pengalaman," ujar Ahok di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2014).
Ahok menyebutkan, Kaercher berpengalaman membersihkan monumen dunia. Bahkan, nantinya Monas akan dipromosikan Kaercher melalui iklan dan itu yang dikejar Ahok.
"Makanya kalau ada orang ribut soal pembersihan Monas, kan masih banyak monumen yang perlu dibersihkan. Monumen Dirgantara Pancoran dan Tugu Selamat Datang. Kok tidak ada yang ribut mau bersihkan sih? Stasiun Kota Tua saja banyak yang mau bersihin," tuturnya.
Mantan anggota Komisi II DPR ini belum mendengar ada perusahaan lokal yang berkualitas membersihkan monumen nasional di negara lain. Karena itu dia tidak tertarik memakai jasa perusahaan lokal tersebut.
"Kalau Kaercher kan, dibersihin Monas terus dia iklankan di seluruh dunia. Jadi DKI dapat promosi," kata politisi Gerindra ini.
Cawan dan puncak Monas dibersihkan pada tanggal 5-8 Mei 2014, sehingga ditutup untuk umum. Selain cawan dan puncak Monas, area wisata lain tetap dibuka.
(nik/nwk)











































