"Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini kedua kementerian akan melakukan kerjasama dengan pertukaran info, pengalaman, penelitian dan kerjasama para ahli serta peningkatan kapasitas," tutur Menhub EE Mangindaan dalam sambutannya di Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (5/5/2014).
"Saya menyambut gembira. Nota kesepahaman ini bertujuan untuk memfasilitasi dialog dan pertukaran antara pemerintah serta swasta. Saya harap bisa memberikan kesempatan pertukaran informasi transportasi bagi pemangku kepentingan untuk meningkatkan kekuatan di bidang ekonomi dan sosial kedua negara," imbuhnya.
Tak hanya Mangindaan saja yang menyambut baik, tetapi juga Menteri Transportasi, Inovasi dan Teknologi Republik Austria Doris Bures.
"Perusahaan-perusahaan Austria memiliki banyak penawaran akan produk berkualitas tinggi untuk membantu meningkatkan transportasi dan infrastruktur Indonesia. Kami sangat senang bisa menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia. Semoga dengan penandatanganan nota kesepahaman ini bisa meningkatkan hubungan kedua negara," terangnya.
Bukan tanpa alasan kenapa Kemenhub memilih jalin kerjasama dengan Austria. Menurut Mangindaan, Austria memiliki hubungan baik dengan Indonesia selama ini, baik secara bilateral maupun kerjasama.
"Perlu kami sampaikan hubungan bilateral ini sudah lama terjalin, khususnya di sektor transportasi dari 1987. Memang sempat agak tersendat tapi yang maju itu di sektor udara dan kereta api. Untuk kereta api Austria membantu cukup banyak dalam rangka air way, membantu pemeliharaan kereta api Sumatera, membantu bangun jembatan-jembatan kereta api di Sumatera dan Jawa, memberikan support industri," jelas pria yang mengenakan batik berlengan pendek ini.
Mangindaan juga mengakui kemajuan transportasi di Austria. Oleh karena itu, dirinya ingin belajar banyak dari negara tersebut cara mengurai kemacetan dan semrawut Ibu Kota.
"Penduduknya mereka banyak sama seperti kita di Jakarta. Apa salahnya kita belajar pengatasan traffic jam-nya mereka. Tak hanya itu, kita juga fokuskan ingin meningkatkan kualitas jalur kereta api dan udara. Untuk hal ini kami sangat serius. Kita akan belajar dari manajemen transportasi Austria," tutupnya.
(mad/mad)











































