"Pendiri Soksi juga disebut Kupenas (Kuasa Penuh Musyawarah Nasional), kekuasan tertinggi adalah Kupenas, saya yang mempunyai hak prerogatif itu, sesungguhnya dia melanggar aturan bermain, dia tidak mempunyai hak untuk menentukan demikian," kata Suhadirman di kediamannya, Jl Kramat Batu no 1, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (5/5/2014).
"Dia harus tahu peraturan dengan pendiri. Pendiri itu sama dengan Kupenas," imbuhnya.
Suhardiman menceritakan sekitar 2 minggu yang lalu, anaknya Roby membawa Akom ke rumahnya. Oleh karena itu, niatnya yang ingin memecat Akom diurungkan.
Kemudian, Suhadirman memutuskan akan mengumpulkan para kader senior Soksi, termasuk Akom pada Rabu (7/5) mendatang untuk memutuskan nasib Akom. Suhadirman akan mendengarkan pendapat mereka sebelum mengambil keputusan.
Menurut Suhadirman, Ical tidak cocok menjadi capres karena dari segi historis sosiologis, presiden adalah dari suku Jawa. Sementara Ical bukan dari suku Jawa.
"Saya melihat di TV, tadi malam, jam 21.00 WIB, saya terkejut, Ade kan harus berpijak pada rumus historis sosiologis, sejarah berulang sosiologis Jawa, siapapun dan sampai kapanpun Presidennya pasti jawa. Ical kan bukan Jawa," kata Suhadirman berapi-api.
(dha/van)











































