Namun menurut Sekretaris Jenderal PPP Romahurmuzy surat tersebut dukungan tersebut tidak bermakna apapun, dan tak mempengaruhi penentuan koalisi.
"Surat apa pun, dukungan apa pun tidak ada maknanya sepanjang tidak disampaikan di dalam forum yang sifatnya konstitusional dan resmi diadakan untuk itu," kata politisi yang akrab disapa Romi ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/5/2014).
Romi mengatakan bahwa ia tak hadir pada pertemuan antara Suryadharma dengan para ketua DPW di Hotel JS Luwansa, Jumat (2/5), saat surat itu dibagikan. Ia mendengar dari para DPW bahwa mereka diminta menandatangi surat dukungan untuk Prabowo.
"Saya dapat laporan dari DPW adanya surat tersebut. Sebenarnya saya berharap itu tidak benar ya Harapan saya, itu tidak membuat pilihan-pilihan yang ada itu disederhanakan dengan sebuah tanda tangan," ujarnya.
Romi sudah menemui SDA untuk mengkonfirmasi surat tersebut. Namun, SDA membantahnya.
"Saya sampaikan itu ke Pak SDA kemarin, beliau membantah. Tapi sejumlah DPW memastikan hal itu ada. Terus bagaimana info dari DPW? Kalau surat itu tidak ada kok bisa DPW sama-sama menyatakan ada? Beliau bilang itu bukan bagian dari forum itu," tutur Romi.
Meski begitu, Romi menegaskan bahwa tidak ada perpecahan lagi di PPP. "Tidak ada perpecahan, kalau perbedaan kan dinamika yang wajar," pungkasnya.
(erd/erd)










































