Musda Golkar Rusuh, Wakil Ketua DPRD Siak Dilaporkan ke Polisi

Musda Golkar Rusuh, Wakil Ketua DPRD Siak Dilaporkan ke Polisi

- detikNews
Kamis, 16 Des 2004 18:00 WIB
Pekanbaru - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak-Riau Endang Sukarelawan dilaporkan ke Polda Riau. Pengaduan ini terkait pembakaran mobil dan pengerahan massa ketika Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar TK II Siak yang berakhir rusuh.Laporan itu disampaikan oleh Said Muhammad, mantan Ketua DPRD Siak, yang juga sebagai kandidat ketua Golkar dalam Musda tersebut. “Hari ini kita sudah melaporkan ke polisi bahwa Endang Sukarelawan mengerahkan massa dalam upaya pengrusakan rumah dan membakar satu unit mobil Land Cruiser milik Said Muhammad,” kata Kapitra Ampera, kuasa hukum Said Muhammad kepada pers, di Aryaduta Hotel, Kamis (16/12/2004) di Pekanbaru.Menurut Kapitra, dalam kasus bentrok massa dalam Musda DPD Golkar TKI Siak itu, Endang yang juga merupakan kandidat, mengerahkan massa dengan melakukan pembakaran mobil serta dua unit sepeda motor. Ini belum lagi pengrusakan rumah pribadi Said Muhammad oleh massa Endang. “Karena itu kami minta kepada Polda Riau untuk segera menangkap Wakil Ketua DPRD Siak yang telah melakukan tindak kriminal. Sebab, kami menduga kuat, massa yang melakukan pembakaran itu, merupakan massa Endang,” kata Kapitra.Alasan kuat lainnya, dalam Musda tersebut hanya ada dua kandidat yang merebut kursi ketua yakni Endang dan Said Muhammad. "Massa siapa lagi kalau bukan Endang Sukarelawan. Sebab, kandidat hanya ada dua,” kata Kapitra.Sedangkan Said Muhammad yang juga hadir dalam temu pers itu, mengatakan, akibat pembakaran itu, dia menderita kerugian minimal Rp 2 miliar. Dia juga menuding pembakaran mobil dan sepeda motor serta pengrusakan rumahnya dilakukan kelompok Endang yang memang telah dipersiapkan sebelum Musda DPD Golkar TK II Siak di laksanakan.Said juga membantah bila pihaknya mengerahkan massa saat Muda berlangsung. Waktu itu, dia mengaku hanya dikawal 4 orang karyawan kebunnya. “Jadi tidak benar kalau saya menerahkan massa. Justru sebaliknya, saya serta empat orang karyawan kebun menjadi bulan-bulanan massa untuk dihabisi. Karena itu saya minta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas,” kata Said.Musda DPD Golkar TK II itu berlangsung pada Sabtu, (5/12/2004) di hotel Yasmin di Siak Sri Indrapura, ibukota Kabupaten Siak. Dua kandidat saling bersaing untuk mendapatkan dukungan dari sejumlah kecamatan. Dari 12 suara yang ada, Endang mendapat 8 suara, sedangkan Said hanya 4 suara.Dalam Musda itu, tersebar isu, bahwa Said Muhammad membawa massa dari Pekanbaru. Isu yang tidak jelas inilah yang menyulut kemarahan kelompok Endang. Walhasil, Said menjadi incaran untuk dihabisi. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini