Masalah umur menjadi salah satu faktor yang disoroti oleh publik. Dengan usia yang 72 tahun, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu dianggap sudah terlalu tua dan sebagai produk "lama" yang semestinya digantikan oleh yang muda-muda.
Pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk berpendapat secara usia Jusuf Kalla memang sudah tua, tapi dia punya kelebihan yang didambakan publik untuk Indonesia saat ini.
"JK tokoh yang berani mengambil keputusan, walaupun itu tidak populer, dan sudah dibuktikan di zaman SBY-JK 2004," ujar Hamdi saat berbincang dengan detikcom, Senin (5/5/2014).
Hamdi juga menilai JK sebagai sosok penyelesai masalah, tegas mengambil keputusan, mengeksekusinya, dan berani menanggung risiko. "Ia (JK) tepat dan tangkas dalam bekerja," kata Hamdi.
Lebih lanjut Hamdi berpandangan, kalau melihat tipe Jokowi yang lebih ke solidarity maker, memasangkan Jokowi dengan JK bisa menutupi kelemahan dan kekurangan pengalaman Jokowi dalam masalah-masalah nasional. "Ditutupi dengan pengalaman JK," ucap Hamdi.
Pertemuan JK dan Jokowi pada Sabtu lalu di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menguatakan sinyalemen keduanya bakal berduet di Pilpres nanti. JK dan Jokowi yang sama-sama berpakaian putih menebar senyum lepas dan keduanya melakukan pembicaraan tertutup di ruangan VIP Halim.
(brn/erd)











































