"Saya ingin PT KAI mencari tahu penyebabnya dengan jelas. Apakah mogok benar atau kenapa, itu perlu diinvestigasi oleh PT KAI," kata EE Mangindaan.
Hal itu disampaikan Mangindaan usai menghadiri acara penandatanganan MoU dengan Kementerian Transport Inovasi dan Teknologi Republik Federasi Austria di Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2014).
Menurutnya PT KAI sudah melaporkan insiden tersebut ke Kemenhub. Namun untuk penyebab pastinya masih diselidiki.
Mangindaan memastikan jika memang ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, maka Kemenhub akan meminta pihak asuransi untuk memberikan santunan.
"Saya lihat tidak ada korban. Kalau ada korban saya pasti minta Jasa Raharja untuk memberikan santunan," ucap Mangindaan.
Di kesempatan yang sama, Wamenhub Bambang Susantono meminta agar para pengendara berhati-hati saat melintasi rel kereta, baik itu yang resmi ataupun tidak resmi. Kemenhub sendiri akan melakukan penertiban jalur perlintasan kereta agar kejadian seperti ini tidak terulang.
"Secara bertahap kita ingin menertibkan jalur kereta api (perlintasan) yang tidak resmi. Kita buat pengamanan yang cukup standar," ujarnya.
Minggu (4/5/2014) malam sekitar pukul 22.42 WIB, PT KAI menerima laporan kereta Bogowonto mengalami anjlok di wilayah Cirebon. Saat itu kereta sedang menuju ke arah Yogyakarta. Kereta menabrak truk yang mogok di perlintasan. Diduga petugas palang pintu telat menutup jalur sehingga truk terlanjur melintang di rel. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
(slm/nwk)











































