"Saya inginnya sekolah tanggung jawab, gurunya dimutasi semuanya," kata Yurnalis usai pemakaman Renggo di TPU Kampung Asem, Jalan Jengki, Jakarta Timur, Senin (5/5/2014).
Yurnalis sangat menyesalkan lolosnya pengawasan pihak sekolah terhadap kenakalan siswanya. Apalagi, kejadian ini terjadi saat masih jam sekolah yakni saat jam istirahat.
"Kalau di luar sekolah mungkin nggak ketahuan ya," imbuhnya.
Dia juga menegaskan pihak keluarga akan tetap meneruskan proses hukum yang sudah ditempuhnya.
"Ini anaknya sampai meninggal, sudah kriminal," kata Yurnalis.
Jenazah Renggo telah dimakamkan pada Minggu (4/5) siang. Untuk mengetahui penyebab pasti tewasnya Renggo, makamnya kembali dibongkar pada Minggu (4/5) malam. Jenazahnya dioutopsi di RSCM, dan kembali dimakamkan pada siang hari ini.
(sip/ndr)











































