Cawapres Jokowi Antara JK atau Mahfud MD?

Cawapres Jokowi Antara JK atau Mahfud MD?

- detikNews
Senin, 05 Mei 2014 10:22 WIB
Cawapres Jokowi Antara JK atau Mahfud MD?
Jakarta - Nama pendamping capres PDIP Jokowi sampai saat ini belum diumumkan. Siapa akhirnya yang dipilih Megawati Soekarnoputri dan Jokowi masih teka-teki. Namun wacana yang berkembang, Jusuf Kalla (JK) menjadi kandidat terkuat. Benarkah nama mantan ketum Golkar itu yang sudah dikantongi Jokowi, Mega dan Surya Paloh?

Wacana duet Jokowi-JK memang sudah menguat tak lama setelah pileg, tapi sempat redup tatkala pergerakan politik terus dinamis dan PDIP menyebutkan 3 nama kandidat kuat cawapres Jokowi, yaitu Ryamizard Ryacudu, Mahfud MD, dan Jusuf Kalla (JK). Ketiga nama itu disebut memiliki peluang yang sama kuat.

Namun pertemuan 'kebetulan' antara Jokowi dan JK di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Sabtu (3/5/2014) pagi lalu menguatkan kembali wacana Jokowi bakal berduet dengan JK. Saat bertemu, keduanya sama-sama mengenakan baju putih, tapi keduanya mempuyai agenda yang berbeda. Jokowi hendak menggelar Tour d' Java yang dimulainya ke Yogyakarta. Sementara JK akan menghadiri acara PMI di Semarang. Apakah pertemuan keduanya benar-benar kebetulan?

Yang jelas, Ketua DPP PDIP Eva Kusuma Sundari tak menafikan nama JK adalah hasil pengerucutan dari lima nama kandidat bakal cawapres yang sudah beredar sekitar sebulan lalu. "Iya (Pak JK)," ucap Eva ketika dihubungi detikcom, Sabtu (3/5/2014).

Namun apakah sinyalemen itu menunjukkan JK sudah final menjadi pendamping Jokowi yang tinggal menunggu waktu pengumuman?

Ada hal menarik lain dalam kunjungan Tour d' Java-nya Jokowi ke Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur hari yang sama dengan bertemu dengan JK. Gubernur DKI itu memberi sinyalemen lain soal siapa bakal cawapresnya. Hal itu diutarakan Jokowi saat bertemu dengan salah seorang sesepuh NU yang juga adik kandung Gus Dur, yakni KH Salahuddin Wahid. Tokoh yang akrab disapa Gus Sholah itu menyebutkan sosok yang layak menjadi pendamping Jokowi, yaitu harus mampu membantu Jokowi dalam menegakkan hukum dan HAM, serta mampu melakukan reformasi birokrasi di Indonesia.

"Sosok pasangan Pak Jokowi harus menguasai dan menunjukkan prestasi dalam penegakan hukum serta mampu melakukan reformasi birokrasi," ujar Gus Sholah

Apakah sosok yang dimaksud Gus Sholah adalah Mahfud MD? Jokowi yang dikonfirmasi soal kriteria itu menjawab singkat.

"Kalau berkaitan dengan penegakan hukum dan reformasi birokrasi, feeling saya mengarah ke sana (Mahfud MD)," tutur Jokowi singkat.

Nama Mahfud MD memang bukan nama baru dalam radar bakal cawapres Jokowi. Sama seperti JK, Mahfud MD juga disebut-sebut punya peluang yang kuat. Nama Mahfud MD juga termasuk yang diajukan PKB kepada PDIP, selain nama Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Apakah hal itu menunjukkan sinyalemen kuat justru Mahfud MD yang sudah ada di kantong Jokowi, Mega dan Surya Paloh, bukan JK?

Apalagi dalam survei yang dibuat Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), elektabilitas Jokowi akan meroket jika diduetkan dengan yakni Mahfud MD, bukan JK. PAda Rabu (30/4) saat PKB secara prinsip menyebutkan merapat ke PDIP, pada hari yang sama Mahfud MD melakukan pertemuan dengan Surya Paloh. Apakah Mahfud MD menjadi faktor dibalik 'deal'nya PKB dengan PDIP padahal sebelumnya pembicaraan kedua parpol sempat alot.

Pastinya, siapa cawapres untuk Jokowi nanti baru akan jelas setelah Mega dan PDIP mengumumkan secara resmi. Nama 'sang cawapres' masih ditutup rapat-rapat dalam kantong dua tokoh tersebut.

Sekjen PKB Imam Nahrawi pernah mengutarakan soal cawapres diserahkan kepada Jokowi dan Mega.

"Koalisi yang kami bangun ini berangkat dari kepercayaan kami bahwa PDIP akan arif dan bijaksana dalam menentukan cawapres dan menteri-menteri yang ditunjuk nantinya jika menang," kata Imam Nahrawi saat mengumumkan PKB berkoalisi dengan PDIP, Rabu (30/4) lalu.

(rmd/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads