Ketua Golkar Pertanyakan Nasib 13 Aktivis yang Hilang

Ketua Golkar Pertanyakan Nasib 13 Aktivis yang Hilang

- detikNews
Minggu, 04 Mei 2014 17:11 WIB
Ketua Golkar Pertanyakan Nasib 13 Aktivis yang Hilang
Jakarta - Kunjungan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto ke rumah Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie menjadi sebuah sinyal, kedua partai akan menjalin koalisi. Namun sepekan setelah pertemuan tersebut koalisi belum terjalin.

Minggu siang, salah satu Ketua DPP Partai Golkar Andi Rizal Mallarangeng justru mempertanyakan nasib tiga belas aktivis yang hilang ketika Prabowo Subianto menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus.

"Saya juga masih penasaran dengan nasib ketigabelas orang itu yang hilang dan sampai sekarang belum ada kabarnya. Saya ingin Pak Prabowo bisa menjelaskannya secara gamblang. Kan capres harus terbuka," kata Rizal saat hadir dalam rilis survei SMRC dengan tema 'Koalisi Untuk Calon Presiden: Elite vs Massa Pemilih Partai' di Hotel Sari Pan Pasifik, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Mendengar hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon terpanggil membela Prabowo. Menurut dia kasus HAM sengaja dicari-cari untuk menjatuhkan Prabowo yang menjadi calon presiden dari Gerindra.

"Karena Prabowo tidak terlibat korupsi jadi dicari-cari celah dengan kasus 1998. Prabowo tidak terlibat apa-apa dalam kasus itu. Itu mainnya lawan politik dan LSM saja," kata Fadli kepada wartawan usai acara.

Dia meminta isu HAM tidak dipolitisasi. "Pak Prabowo itu tidak terlibat dalam pelanggaran HAM. Kan sudah saya bilang berkali-kali. Sekarang ini isu HAM justru dimanfaatkan oleh lawan politik dan sebagian LSM saja," kata dia.

Nantinya bila Prabowo jadi Presiden RI, Fadli menjamin kasus pelanggaran HAM yang belum selesai akan diungkap. Meski demikian memang isu itu belum menjadi prioritas Partai Gerindra.

"Kalau Gerindra memprioritaskan pada kebutuhan rakyat. Kalau memang isu HAM itu kebutuhan rakyat ya silakan saja untuk diusut. Kami tidak masalah dengan itu," imbuh Fadli.

(erd/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini