"Alasan dia takut kertahuan habis make putaw karena temannya mengalami overdosis," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (4/5/2014).
Sebelum korban tewas, Ago dan korban mengkonsumsi putaw di rumahnya di kawasan Kampung Bali, Tanah Abang. Namun kemudian, korban mengalami kejang-kejang setelah menyuntikkan jarum suntik berisi cairan putaw ke lengannya.
"Tersangka bingung harus dikemanakan mayat korban, seingga dia membuangnya di TKP," imbuh Herry.
Ago menyerahkan diri ke penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Rabu, 30 April 2014 sekitar pukul 14.00 WIB.
Polisi sebelumnya menyelidiki kasus pembuangan mayat tersebut. Dari bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi di lokasi, diketahui bahwa tersangkalah yang membuang mayat tersebut. Penyidik kemudian mencari tersangka ke rumahnya di kawasan Jakarta Pusat.
Namun, saat itu tersangka tidak ada di rumahnya. Penyidik juga telah mendatangi keluarga Ago, tetapi usaha tersebut tak berbuah hasil. Hingga akhirnya Ago menyerahkan diri ke aparat kepolisian.
Seperti diberitakan sebelumnya, mayat Edward ditemukan dalam karung di depan gerbang SDN 03 Jl Hatui Suci, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2014) lalu.
Karung berisi mayat itu pertama kali dilaporkan oleh warga bernama Elyadi (49) saat sedang berkeliling meronda. Saksi melihat motor Ninja RR bernopol B 3248 SHJ di depan sekolah tersebut dan di samping motor itu terdapat karung.
Dari hasil autopsi, korban bertato 'Asian Bride' itu dinyatakan tewas akibat mengalami overdosis. Pada lengan kiri korban ditemukan satu bekas suntikan usai mengkonsumsi narkotika.
(mei/mad)











































