S datang bersama kedua orangtuanya, dia datang setelah jenazah Renggo dimakamkan di TPU Kampung Asem, Jakarta Timur. S yang mengenakan kemeja coklat hanya bisa tertunduk saja saat masuk ke dalam rumah
rumah mantan ketua RT 10/RW 07 Sanim yang merupakan kerabat Renggo, Minggu (4/5/2014).
Terdengar suara tangis dan juga teriakan Yessy (31) saat melihat S. Yessy memaki bocah kelas enam SD yang hanya bisa tertunduk saat didampingi kedua orangtuanya ini. "Ini anak kecil sudah membunuh adik saya, secara keji. Kamu kecil-kecil sudah jadi pembunuh, ini udah kiriminal, paham kamu," kata Yessy sambil berteriak dan menangis.
"Kamu bilang cuma menyenggol, tapi coba lihat bibirnya berdarah, kakinya lebam, jantungnya luka, kamu bilang kamu cuma menyenggol, bohong kamu. Saya tak pernah terima dengan perilaku anak ini. Bukan saya saja yang sakit hati, saya akan bawa masalah ini ke ranah hukum. Apa pun akan saya lakukan," bentak Yessy.
Saat ini S beserta keluarganya masih berada di kediaman Sanim. Masih terlihat tenda dan juga bangku-bangku yang digunakan untuk melayat jenazah Renggo sebelum dimakamkan. Saat ini suasana kediaman Sanim yang berada di dalam gang dua meter ini sudah sepi.
(nal/mad)











































