Siswa Kelas 5 SD di Jaktim Tewas Diduga karena Dipukuli Kakak Kelasnya

Siswa Kelas 5 SD di Jaktim Tewas Diduga karena Dipukuli Kakak Kelasnya

- detikNews
Minggu, 04 Mei 2014 15:01 WIB
Siswa Kelas 5 SD di Jaktim Tewas Diduga karena Dipukuli Kakak Kelasnya
Suasana di rumah duka (Foto: Rofiq/detikcom)
Jakarta - Kekerasan di lingkungan sekolah kembali terjadi. Seorang anak bernama Renggo Khadafi (11) yang duduk di kelas 5 SD meninggal dunia setelah dipukuli oleh kakak kelasnya sendiri.

"Renggo meninggal sekitar pukul 00.30 WIB pada Minggu (4/5/2014). Kejadiannya cepat sekali. Jam 00.00 WIB Renggo kejang-kejang dan keluar darah dari mulut dan hidungnya," ujar kakak kandung Renggo, Yessi (31) kepada wartawan di rumah duka di Jalan Asri RT 07 RW 10, Kelurahan Halim Perdanakusumah, Makassar, Jakarta Timur, Minggu (4/5/2014).

Yessi mengatakan, Renggo meninggal dunia saat di dalam perjalanan menuju RS Polri. Perempuan berusia 31 tahun yang sudah mengasuh Renggo sejak usia 6 tahun ini bercerita bahwa awalnya adiknya ini hanya demam pada Selasa (29/4). Di hari itu juga, dia melihat ada lebam-lebam di kaki, perut dan wajahnya.

Namun saat ditanyai tentang apa yang terjadi, Renggo tak mau mengakui kejadian yang sebenarnya.

"Saya sempat tanya, 'Kamu kelahi?'. Tapi Renggo bilang 'nggak'," cerita Yessi.

Hingga akhirnya Rabu (30/4) malam setelah dipaksa oleh Yessi, Renggo bercerita tentang dirinya yang dipukuli oleh salah seorang kakak kelasnya pada jam istirahat, Senin (28/4) di ruang kelasnya.

"Renggo bilang dikeroyok, tapi yang mukulin satu orang aja, namanya S. Ada satu orang teman S berjaga-jaga di depan kelas, sama satu lagi cuma ngeliatin," kata Yessi dengan suara parau menahan tangis.

Jenazah Renggo telah dimakamkan di TPU Kampung Asem, Jalan Jengki, Makasar, Jakarta Timur sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Makasar Iptu Supono mengatakan bahwa kasus ini telah ditangani oleh pihak Polres Jakarta Timur. "Karena melibatkan anak-anak, kasusnya ditangani Polres. Tanya saja ke Polres," ujarnya.



(sip/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads