"Kebetulan yang bertanggung jawab adalah Bappilu, dalam hal ini Pak Harry Tanoe. Memang lazimnya yang namanya rapimnas kan mengevaluasi, baik kemenangan apalagi kegagalan. Jadi kalau tidak memberikan kesempatan peserta Rapimnas melakukan evaluasi, nanti bisa diketawain yang lain," ujar Ketua DPP Hanura Yuddy Chrisnandi di Hotel Gren Alia, Jl Cikini Raya, Jakarta, Minggu (4/5/2014).
Meski belum bisa memastikan akankah Rapimnas mengagendakan evaluasi terhadap kepemimpinan HT di Bappilu, namun Yuddy melihat segala hasil Pileg 2014 harus dievaluasi. Apalagi Hanura menuai hasil jeblok. Namun Yuddy menyatakan evaluasi ini bukan manuver untuk mendongkel HT.
"Ini dinamika yang wajar. Tidak perlu ada pihak yang kebakaran jenggot. Ini tidak ada agenda depak mendepak," kata Yuddy yang juga mantan Ketua Bappilu Hanura ini.
Selama ini, Hanura memang memanfaatkan media yang dibawa HT untuk berkampanye. Hanura, menurut Yuddy, tak perlu khawatir apabila kehilangan gerbong media yang dibawa HT. Karena sebelum HT datang, Hanura bisa mandiri.
"Tanpa Harry Tanoe saja, kita bisa tujuh tahun survive. Maka Hanura juga bisa survive jikaa tidak lagi bersama Pak Harry Tanoe. Apabila dilakukan cerdas dan tepat sasaran, tanpa mediapun banyak yang besar, seperti PKS, Partai Demokrat, dan PKB. Partai Hanura tak memiliki kekhawatiran apabila ditinggalkan oleh kelompok media jika mereka tidak lagi nyaman di Hanura," ujar Yuddy.
(dnu/erd)










































