ADVERTISEMENT

Bawa US Dollar Banyak, Gubernur Sumsel Sempat Tertahan di Bandara LA

- detikNews
Minggu, 04 Mei 2014 12:42 WIB
(Foto: Jhoni Hutapea/detikcom)
Jakarta - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mendapat masalah saat tiba di Bandara Internasional Los Angeles (LA) Amerika Serikat (AS). Alex sempat diperiksa Bea Cukai gara-gara membawa uang US dollar dalam jumlah banyak.

Alex tiba di Bandara Internasional Los Angeles (LA), Sabtu (3/5/2014). Saat pemeriksaan Bea Cukai, Alex harus menjalani interogasi petugas Bea Cukai selama 2 jam.

"Setelah dua jam diperiksa, akhirnya Pak Alex diperbolehkan melanjutkan perjalanan," kata salah seorang sumber detikcom di AS.

Belum diketahui secara persis berapa uang US Dollar dalam bentuk cash yang dibawa Alex. ‎Namun, sesuai ketentuan Bea Cukai Amerika Serikat, penumpang yang membawa uang melebihi US 10.000 harus menyampaikan deklarasi.

Tidak jelas apakah Alex tidak menyampaikan deklarasi kepada Bea Cukai dalam hal ini atau dia diperiksa gara-gara menyampaikan deklarasi. "Tapi yang jelas uang cash yang dibawa Pak Alex melebihi ketentuan," ujar sumber tersebut.

‎Bagaimana nasib uang cash US Dollar yang dibawa Alex, apakah disita atau tetap dikembalikan, juga belum diketahui. "Informasi detil memang belum ada, tapi informasi bahwa Pak Alex sempat diperiksa gara-gara membawa uang cash melebihi ketentuan, benar adanya," jelas dia.

Setelah diperbolehkan meninggalkan bandara, Alex Noerdin kemudian melanjutkan perjalanan menuju Missouri. Belum ada keterangan detil dalam rangka apa Alex melawat ke Missouri.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari KJRI Los Angeles atau KBRI di Washington DC mengenai hal ini. Sedangkan perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang diklarifikasi detikcom, Plt Sekda Provinsi Sumsel Mukti Sulaiman membenarkan Alex pergi ke AS dalam rangka tugas. Namun dia belum mendapat kabar bahwa Alex sempat ditahan.

"Saya belum dapat kabar itu (Alex Noerdin yang sempat ditahan di Bandara LA)," kata Mukti yang dikonfirmasi detikcom, Minggu (4/5/2014).



(nwk/mad)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT