"Bukan suatu kebetulan, JK dan Jokowi bertemu di VIP Room Halim Perdanakusumah. Sama-sama pakai baju putih. Ini seloka, ini sandi," kata Rahardi Zakaria dalam diskusi politik koalisi bersama Emrus Corner di Hotel Gren Alia, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Minggu (4/5/2014).
Meski begitu, Rahardi tak mau terlalu cepat mengambil kesimpulan. Kepastian soal pasangaan Jokowi serta koalisi di Pilpres 2014 masih harus menunggu pengumuman resmi dari PDIP.
"Namun sudah ada tanda-tanda, seloka, sinyal-sinyal, kemana PDIP akan melakukan penggabungan, yang akan dipasangkan dengan calon Jokowi," imbuh Rahardi.
Rahardi menjelaskan, tokoh-tokoh yang diusung jadi capres atau cawapres tidak bisa serta merta dimunculkan, melainkan harus melewati pembicaraan koalisi. Ini karena tidak ada yang punya perolehan suara mencukupi untuk mengusung tokohnya sendiri.
"Para pengamat berpikirnya terlalu liberal kadang-kadang, ini itu cocok untuk dipasangkan Jokowi, Aburizal, atau Prabowo. Padahal yang perlu dilihat adalah partainya dulu. Karena pesertanya adalah parpol yang mengusung calon-calonnya," tutur Rahardi.
(dnu/erd)











































