Jokowi Kepada Kader PDIP Jombang: Jangan Merasa Kita Sudah Menang

Jokowi Kepada Kader PDIP Jombang: Jangan Merasa Kita Sudah Menang

- detikNews
Minggu, 04 Mei 2014 03:03 WIB
Jokowi Kepada Kader PDIP Jombang: Jangan Merasa Kita Sudah Menang
Jombang, - Dalam safari politiknya di Jombang, Capres PDIP Jokowi menyempatkan datang ke kantor DPC PDIP Jombang. Ia pun mengingatkan kepada kader-kadernya yang hadir untuk waspada dan jangan merasa sudah menang.

"Jangan merasa kita sudah menang. Hati-hati serangan darat," ujar Jokowi, Sabtu (3/5/2014).

Jokowi yang datang sekitar pukul 23.00 WIB tersebut juga mengingatkan perlunya upaya keras yang harus dilakukan kader dalam rangka pemenangan PDIP dalam pilpres mendatang. "Perlu diceritakan dari pintu ke pintu. Jangan tidur jam 7 dan 8, harus darat. Jangan kayak kemarin, isunya kurang menjelaskan. Ada kabar bohong. Kalau kader ga bisa menjelaskan, didiemin bakal tergerus," tambahnya.

Menurut Jokowi tidak hanya serangan darat saja yang perlu dilakukan, melainkan juga serangan udara melalui iklan. "Kalau masih kurang serangan laut, kalau punya uang. Tapi serangan daratnya jangan berhenti. Nanti kalau berhenti berkurang terus, hati-hati lho. Bisa orang-orang ga jadi milih kita. Kita harus tanggapin cepat. Sanggup?" tantang Jokowi.

Para kader yang hadir menyambut dengan serentak, "Sanggup, merdeka."

Jokowi pun menyemangati para kadernya agar tetap semangat meski sudah capek mengurusi pileg lalu. Menurutnya waktu perjuangan PDIP hanya tinggal 60 hari setelah menunggu selama 10 tahun. "Kita sudah menanti selama 10 tahun. Dalam waktu 60 hari ini penentuannya menang atau kalah," kata Jokowi.

Pria yang mengaku tidak merasa capek walau berbadan kurus ini mengingatkan bahwa tandingan PDIP tidak bisa dianggap enteng.

"Teman kita di sana itu tangguh. Kuat secara finansial. Sudah iklan sejak 10 tahun lalu. Tapi saya meyakini kalau kader, tambah dari NasDem dan sekarang tambah lagi dari PKB, saya optimis. Saya kurus ya tapi capek tidak karena waktu tinggal 60 hari dan kita sudah menunggu 10 tahun," papar Jokowi.

(rna/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads