6 Cerita Tentang Emon, Predator Seks Sukabumi

6 Cerita Tentang Emon, Predator Seks Sukabumi

- detikNews
Sabtu, 03 Mei 2014 17:50 WIB
6 Cerita Tentang Emon, Predator Seks Sukabumi
Jakarta - Sungguh biadab tindakan Andri Sobari alias Emon (24) yang mencabuli puluhan bocah di Sukabumi, Jawa Barat. Bahkan ada korban yang dicabuli Emon berkali-kali.

Ulah Emon terbongkar setelah orang tua salah satu korban melapor polisi. Bocah pria berusia 11 tahun mengaku dicabuli Emon di lokasi Pemandian di Taman Rekreasi Air

Panas Santa di Jl Pramuka, Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang, Sukabumi, Minggu (27/4/2014) lalu.

Lokasi pemandian tersebut tidak terurus. Meski demikian, bocah-bocah sering terlihat mandi pada siang dan sore hari di daerah tersebut.

Emon juga telah mengaku melakukan aksi bejatnya tersebut.

Dia pun kini telah diamankan polisi pada Kamis (1/5/2014) lalu. Berikut cerita tentang Emon:


1. Cabuli 51 Bocah

Polisi menambah korban pencabulan Emon. Dari awalnya 47, kini menjadi 51 bocah.

"Terakhir 47 korban, tadi menurut informasi dari Kasat Reskrim ada 51 anak," kata Kapolresta Sukabumi AKBP Hari Santoso di Mapolresta Sukabumi, Jl Perintis Kemerdekaan, Sukabumi, Sabtu (3/5/2014).

"Dan yang sudah kita periksa korban-korban baik secara medis maupun pemeriksaan kepolisian sudah 21 Kemudian untuk (pemeriksaan korban dengan) dokter sedang berjalan," kata Hari.

Hari juga menyebutkan, dari hasil pemeriksaan belum ada indikasi pelaku melakukan penyiksaan kepada korban. Ada kemungkinan juga korban akan bertambah karena lamanya rentang waktu Emon melakukan kejahatannya.

1. Cabuli 51 Bocah

Polisi menambah korban pencabulan Emon. Dari awalnya 47, kini menjadi 51 bocah.

"Terakhir 47 korban, tadi menurut informasi dari Kasat Reskrim ada 51 anak," kata Kapolresta Sukabumi AKBP Hari Santoso di Mapolresta Sukabumi, Jl Perintis Kemerdekaan, Sukabumi, Sabtu (3/5/2014).

"Dan yang sudah kita periksa korban-korban baik secara medis maupun pemeriksaan kepolisian sudah 21 Kemudian untuk (pemeriksaan korban dengan) dokter sedang berjalan," kata Hari.

Hari juga menyebutkan, dari hasil pemeriksaan belum ada indikasi pelaku melakukan penyiksaan kepada korban. Ada kemungkinan juga korban akan bertambah karena lamanya rentang waktu Emon melakukan kejahatannya.

2. Beraksi Sejak 2013

Emon mengakui melakukan pencabulan. Bahkan dia melakukan aksinya tersebut sejak Januari 2013.

"Pengakuan pelaku melakukan aksinya sejak tahun lalu 2013 bulan Januari, tapi itu pengakuan pelaku, jadi kita masih mendalami lagi," jelas Kapolresta Sukabumi AKBP Hari Santoso.

2. Beraksi Sejak 2013

Emon mengakui melakukan pencabulan. Bahkan dia melakukan aksinya tersebut sejak Januari 2013.

"Pengakuan pelaku melakukan aksinya sejak tahun lalu 2013 bulan Januari, tapi itu pengakuan pelaku, jadi kita masih mendalami lagi," jelas Kapolresta Sukabumi AKBP Hari Santoso.

3. Korban Usia 6-13 Tahun

Para bocah yang menjadi korban Emon berusia 6 hingga 13 tahun. Mereka mayoritas bermukim di lingkungan sekitar tempat tinggal Emon.

3. Korban Usia 6-13 Tahun

Para bocah yang menjadi korban Emon berusia 6 hingga 13 tahun. Mereka mayoritas bermukim di lingkungan sekitar tempat tinggal Emon.

4. Bocah Diimingi Rp 25-50 Ribu

Untuk mewujudkan aksinya, Emon merayu korban dengan iming-iming uang. Uang yang dijanjikan Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.

Emon pun selalu menepati janjinya pada korban setelah hasrat seks menyimpangnya tersalurkan.

4. Bocah Diimingi Rp 25-50 Ribu

Untuk mewujudkan aksinya, Emon merayu korban dengan iming-iming uang. Uang yang dijanjikan Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.

Emon pun selalu menepati janjinya pada korban setelah hasrat seks menyimpangnya tersalurkan.

5. Emon Pernah Disodomi Sejak SMP

Masa lalu kelam menjadi latar belakang Emon melakukan aksi bejatnya. Emnon mengaku pernah dicabuli semasa SMP. Hal itu diketahui saat pemeriksaan oleh pihak Polresta Sukabumi.

"Info dari pemeriksaan, (pelaku) pernah juga disodomi waktu SMP, itu pengakuan pelaku," kata Kapolres Sukabumi AKBP Hari Santoso.

Hari tidak serta merta percaya begitu saja pengakuan pelaku. Polisi akan memeriksa kondisi psikologi pelaku dengan pendampingan dari Pemda Sukabumi.

"Tapi kita nggak bisa percaya begitu saja, masih terus kita dalami pengakuan pelaku. Hari ini akan ada pemeriksaan psikologi pelaku dari pihak Pemda," ucap Hari.

5. Emon Pernah Disodomi Sejak SMP

Masa lalu kelam menjadi latar belakang Emon melakukan aksi bejatnya. Emnon mengaku pernah dicabuli semasa SMP. Hal itu diketahui saat pemeriksaan oleh pihak Polresta Sukabumi.

"Info dari pemeriksaan, (pelaku) pernah juga disodomi waktu SMP, itu pengakuan pelaku," kata Kapolres Sukabumi AKBP Hari Santoso.

Hari tidak serta merta percaya begitu saja pengakuan pelaku. Polisi akan memeriksa kondisi psikologi pelaku dengan pendampingan dari Pemda Sukabumi.

"Tapi kita nggak bisa percaya begitu saja, masih terus kita dalami pengakuan pelaku. Hari ini akan ada pemeriksaan psikologi pelaku dari pihak Pemda," ucap Hari.

6. Emon Sering Terlihat di Pemandian Santa

Emon sering terlihat di sekitar pemandian air panas di mana dia beraksi. Emon sering duduk sendirian di sebuah bangku di dekat lokasi itu.

Enjang Mulyana (50) seorang pemilik warung di dekat lokasi itu mengaku sering melihat Emon. Saat detikcom menunjukkan foto Emon, Enjang dengan yakin mengatakan kerap melihat sosok Emon.

"Sering lihat orang ini. Memang ya sering duduk di bangku itu. Sendirian aja. Nggak pernah kelihatan sama anak kecil," kata Enjang saat ditemui di lokasi, Sabtu (3/5/2014).

6. Emon Sering Terlihat di Pemandian Santa

Emon sering terlihat di sekitar pemandian air panas di mana dia beraksi. Emon sering duduk sendirian di sebuah bangku di dekat lokasi itu.

Enjang Mulyana (50) seorang pemilik warung di dekat lokasi itu mengaku sering melihat Emon. Saat detikcom menunjukkan foto Emon, Enjang dengan yakin mengatakan kerap melihat sosok Emon.

"Sering lihat orang ini. Memang ya sering duduk di bangku itu. Sendirian aja. Nggak pernah kelihatan sama anak kecil," kata Enjang saat ditemui di lokasi, Sabtu (3/5/2014).
Halaman 2 dari 14
(nik/mpr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads