Enjang Mulyana (50) seorang pemilik warung di dekat lokasi itu mengaku sering melihat Emon. Saat detikcom menunjukkan foto Emon, Enjang dengan yakin mengatakan kerap melihat sosok Emon.
"Sering lihat orang ini. Memang ya sering duduk di bangku itu. Sendirian aja. Nggak pernah kelihatan sama anak kecil," kata Enjang saat ditemui di lokasi, Sabtu (3/5/2014).
Lokasi pemandian itu bernama Taman Rekreasi Air Panas Santa. Posisinya berada di Jl Pramuka, Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang, Sukabumi. Enjang sendiri dulu pernah menjadi pekerja di pemandian itu.
Enjang mengatakan jika Emon sering terlihat sekitar pukul 10.00 WIB hingga selepas pukul 12.00 WIB. Penampilan Emon tampak biasa dan tidak mencolok.
"Orangnya biasa aja, nggak kurus nggak gemuk. Biasa ada di sekitar sini ya nggak tentu, kadang jam 10-an atau abis Dzuhur," kata Enjang.
Tempat itu kini terlihat terbengkalai dengan barisan ilalang yang menghalangi jalan. Tidak terlihat satu pun penerangan di lokasi.
Menurut Enjang, anak-anak kecil biasanya bermain di lokasi pemandian pada siang atau sore hari. Meski bersisian dengan perkampungan warga, kondisi di sekitar lokasi cenderung sepi. Hanya tampak beberapa anak muda yang nongkrong di sebuah taman bernama Taman Santa di seberang pemandian.
Masih berada di dalam komplek pemandian itu, berjejer bangunan rumah yang terbengkalai. Di situlah Emon mencabuli bocah di bawah umur dengan iming-iming sejumlah uang.
Emon kini sudah ditahan di Mapolres Sukabumi. Ulah Emon terbongkar setelah orang tua salah satu korban melapor polisi. Bocah pria berusia 11 tahun mengaku dicabuli Emon di lokasi Pemandian Liosanta Citamiang, Kota Sukabumi, Minggu 27 April lalu. Polisi menangkap Emon pada Kamis 1 Mei kemarin.
(dha/nik)











































