"Seringnya kalau anak-anak mah siang atau sore ke sini. Ya mandi-mandi kan ada kolam air panasnya," kata Enjang Mulyana, seorang pemilik warung kopi yang tak jauh dari lokasi, Sabtu (3/5/2014).
Lokasi pemandian itu bernama Taman Rekreasi Air Panas Santa. Posisinya berada di Jl Pramuka, Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang, Sukabumi.
Tempat itu terlihat terbengkalai dengan barisan ilalang yang menghalangi jalan. Tidak terlihat satu pun penerangan di lokasi.
Kolam air panas yang dimaksud pun lebih berwujud seperti empang. Tampak buih-buih berkejaran dari dalam kolam menuju ke permukaan. Air kolam pun terasa hangat dan berbau belerang.
Meski bersisian dengan perkampungan warga, kondisi di sekitar lokasi cenderung sepi. Hanya tampak beberapa anak muda yang nongkrong di sebuah taman bernama Taman Santa di seberang pemandian.
"Kalau anak-anak muda mah nongkrongnya di sini (Taman Santa). Biasa duduk-duduk aja sambil ngobrol atau ngopi," kata Enjang.
Masih berada di dalam komplek pemandian itu, berjejer bangunan rumah yang terbengkalai. Di situlah Emon mencabuli bocah di bawah umur dengan iming-iming sejumlah uang.
Emon kini sudah ditahan di Mapolres Sukabumi. Ulah Emon terbongkar setelah orang tua salah satu korban melapor polisi. Bocah pria berusia 11 tahun mengaku dicabuli Emon di lokasi Pemandian Liosanta Citamiang, Kota Sukabumi, Minggu 27 April lalu. Polisi menangkap Emon pada Kamis 1 Mei kemarin.
(dha/jor)










































