"Target kami awalnya 30 persen, lalu targetnya jadi 27 persen. Tapi kenyataannya hanya bisa 14,8 persen dan kalau dikonversi ke kursi hanya 91-96 kursi. Tidak bisa mencalonkan presiden secara langsung," kata Akbar saat konferensi pers di kediamannya di Jalan Purnawarwan, Kebayoran, Jaksel, Sabtu (3/5/2014).
Dalam konferensi pers ini hadir pula perwakilan ormas sayap Golkar yaitu Ketua MKGR Priyo Budi Santoso, Ketum DPP Satkar Ulama Aly Yahya, perwakilan HWK Mardiana, dan perwakilan AMPG Dolly Kurnia. Ada pula anggota Wantim Golkar Agusman Effendi, Irsyadi, Mahardi Sinambela, Ibrahim, dan Sri Rejeki.
Akbar menyoroti pernyataan Ical yang sempat menyebut bahwa hanya dia dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memiliki boarding pass maju ke Pilpres 2014.
"Padahal kita yakin Golkar sudah punya boarding pass. Tapi dengan perolehan suara sekarang ini, dengan simulasi dukungan kursi tersebut, sehingga perlu berkoalisi," ujar mantan Ketum Golkar ini.
Ia lalu berpesan agar DPP Golkar makin giat mencari rekan koalisi. Karena bila tak ada partai yang mau berkoalisi, mimpi Golkar untuk mengajukan capres sendiri.
"Kami garis bawahi dukung Aburizal sebagai capres dan perlu cari partner koalisi. Pada hari-hari ini perlu intensitas komunikasi. Kesediaan berkoalisi itu yang membuat Golkar bisa mencalonkan langsung," ujar Akbar menegaskan.
(brn/brn)











































