Perbaiki Citra, Polri Harus Transparan dan Jujur Beri Informasi

Perbaiki Citra, Polri Harus Transparan dan Jujur Beri Informasi

- detikNews
Sabtu, 03 Mei 2014 14:31 WIB
Perbaiki Citra, Polri Harus Transparan dan Jujur Beri Informasi
Ilustrasi polisi (Khairuddin Safri/ detikcom)
Jakarta - Untuk memperbaiki citranya agar lebih baik, banyak yang bisa dilakukan Polri. Salah satunya adalah harus transparan dan jujur memberikan informasi ke masyarakat melalui media. Jangan ada informasi yang disembunyikan sebab hanya masalah waktu akan diketahui publik dan menjadi bumerang bagi Polri.

"Peran Divisi Humas Mabes Polri & jajarannya hingga ke tingkat Polsek sangat penting dalam memberikan informasi tersebut. Untuk itu harus transparan dan jujur menyampaikan informasi ke masyarakat meskipun tidak semuanya berita baik buat institusi penegak hukum itu. Jika hal tersebut bisa dilakukan secara profesional, rakyat akan mengapresiasinya," ujar pengamat kepolisian Aqua Dwipayana saat dimintai tanggapan, Sabtu (3/5/2014), mengenai keterbukaan informasi di Polri.

Aqua yang juga kandidat doktor Ilmu Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung ini menyoroti informasi empat hari lalu (Selasa, 29/4/2014) yang berjudul "Bersih-Bersih di Kepolisian, Mabes Polri Tangkap Staf Ditlantas Polda Jatim".

Dalam berita itu, Kadiv Humas Polri Irjen Ronny Frangky Sompie, membantah kabar yang menyebut penangkapan dilakukan terhadap pucuk pimpinan tinggi di Ditlantas Polda Jatim itu. "Nggak sampai ke Dir Lantasnya, staf saja," kata Ronny saat dikonfirmasi detikcom.

Padahal realita di lapangan, bertolak belakang dengan informasi yang disampaikan Ronny. Persis sepekan lalu, Sabtu (26/4/2014) pucuk pimpinan tinggi di Ditlantas Polda Jatim bersama stafnya tertangkap dalam operasi tangkap tangan di Polda Jatim yang dilakukan Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri atas perintah Kepala Divisinya Irjen Pol Syafruddin.

Buntut dari penangkapan itu, Jumat (2/5/2014) kemarin, lima pejabat di Ditlantas Polda Jatim menerima Surat Telegram (ST) pencopotan diri mereka dari jabatannya. Mereka adalah Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Rahmat Hidayat, Wadir Lantas Polda Jatim AKBP Agus Santosa, Kasubditregident Ditlantas Polda Jatim AKBP Ade Safari Simanjuntak, Kasi BPKB Kompol Ahrie Sonta, dan Kasi STNK Kompol Ronny Tri Praseto Nugroho. Selain Rahmat yang dipindah ke Korlantas Mabes Polri dengan jabatan analis kebijakan, empat pejabat lainnya jadi perwira menengah tanpa jabatan di Polda NTT, Polda Papua, Polda Sulteng, dan Polda Gorontalo.

"Berdasarkan informasi yang saya terima, kasusnya tidak sesederhana seperti yang disampaikan Pak Ronny Sompie beberapa hari lalu. Jika hanya staf saja yang terlibat, tidak mungkin pencopotannya sampai pejabat berpangkat Kombes Pol," ujar Aqua yang pernah mengajar Komunikasi di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri ini.

Ke depan, Aqua yang sudah pernah memotivasi puluhan ribu anggota Polri di ratusan Polres & belasan Polda, menyarankan agar para pejabat Polri lebih transparan dan jujur memberikan informasi ke media. Apalagi beberapa tahun terakhir ini di internal Polri selalu didengung-dengungkan sikap transparan dalam segala hal. Itu harus dibuktikan baik di internal maupun eksternal, jangan hanya sekedar jadi slogan.

"Saya sangat yakin jika Polri bersikap terbuka ke masyarakat misalnya menjelaskan alasan pencopotan seorang pejabat secara transparan, akan menimbulkan rasa simpati dan mendapatkan dukungan yang besar pada Polri. Itu menunjukkan Polri sangat serius membenahi internalnya dan menghukum anggotanya yang menyalahgunakan jabatannya. Kalau yang dilakukan sebaliknya yakni menutup-nutupi kasusnya, akan menimbulkan antipati yang makin besar dari masyarakat kepada Polri. Jika ini terjadi Polri akan mengalami kerugian yang besar sebab keberadaannya makin tidak didukung rakyat," tutup Aqua.

(jor/nik)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads