Aksi-aksi Ormas Sayap Golkar Goyang Pencapresan Ical

Aksi-aksi Ormas Sayap Golkar Goyang Pencapresan Ical

- detikNews
Sabtu, 03 Mei 2014 06:36 WIB
Aksi-aksi Ormas Sayap Golkar Goyang Pencapresan Ical
Jakarta - Dinamika politik internal Golkar memanas menjelang Rapimnas partai tersebut. Ormas dan organisasi sayap Golkar bergerak untuk menggoyang pencapresan Ical.

Sejak beberapa waktu terakhir memang berhembus kabar bahwa sejumlah pihak yang tak puas dengan kinerja Ketum Aburizal Bakrie sedang bergerak, mengatasnamakan diri tim penyelamat Golkar. Tim penyelamat Golkar terus bergerilya menjelang Rapimnas. Sejumlah misi konon disiapkan, dimulai dari evaluasi hasil Pileg dan kegagalan kepemimpinan Ical sampai mengarah ke evaluasi pencapresan Ical. Sejumlah pentolan Golkar ada di balik rencana besar ini.

Kegelisahan di internal Golkar menjelang Pilpres memang semakin menjadi-jadi. Sejumlah elite Golkar bersuara agar Rapimnas yang dijadwalkan sekitar tanggal 9 Mei nanti dijadikan ajang evaluasi Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) yang gagal mengangkat suara Golkar di Pileg. "Setiap pengambilan keputusan orientasinya DPD I. DPD II dibiarin, ormas dibiarin," kata Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Yorrys Raweyai, Senin (28/4) kemarin.

Menurut Yorrys, selama ini Ical seolah menganaktirikan DPD II dan organisasi sayap Golkar. Padahal, dia menambahkan, pengurus DPD II dan organisasi sayap yang paling mengerti kondisi di akar rumput. "Golkar itu stakeholder-nya 530 orang. DPD I itu cuma 33 institusi, yang kadang-kadang mereka tidak memahami persoalan di bawah. Inilah kesedihan kita," ujarnya.

Ormas dan organisasi sayap Golkar pun membuat aksi-aksi yang menggoyang pencapresan Ical. Berikut aksi-aksi mereka:

Menggelar Pertemuan di Hyatt, Protes Dianaktirikan

Jelang pelaksanaan Rapimnas Khusus, ormas dan organisasi sayap Golkar menggelar pertemuan pada akhir April kemarin. Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Yorrys Raweyai mengaku sebagai inisiator pertemuan itu. Pertemuan berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, dari pukul 19.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB, Minggu (27/4) kemarin.

"Ormas dan sayap mengadakan pertemuan karena secara konstitusi kita punya hak terhadap Golkar. Kita melihat bahwa selama ini DPP selalu melihat ormas dan organisasi sayap sebelah mata," kata Yorrys saat berbincang, Senin (28/4/2014).

Dia menerangkan semua perwakilan ormas dan organisasi sayap Golkar hadir di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat. "Agung Laksono hadir mewakili Kosgoro. Lainnya ada AMPI, Soksi, MKGR, KPPG, KMPG, dan lainnya, lengkap," tuturnya.

Yorrys protes ormas dan organisasi sayap dianaktirikan. Dia protes Ketum Golkar Aburizal Bakrie lebih mementingkan pengurus dari 33 DPD I. Padahal, kata Yorrys, ormas dan organisasi sayap memiliki peranan penting dalam kaderisasi di Golkar.

"Setiap pengambilan keputusan orientasinya DPD I. DPD II dibiarin, ormas dibiarin," ujarnya.

Menggelar Pertemuan di Hyatt, Protes Dianaktirikan

Jelang pelaksanaan Rapimnas Khusus, ormas dan organisasi sayap Golkar menggelar pertemuan pada akhir April kemarin. Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Yorrys Raweyai mengaku sebagai inisiator pertemuan itu. Pertemuan berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, dari pukul 19.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB, Minggu (27/4) kemarin.

"Ormas dan sayap mengadakan pertemuan karena secara konstitusi kita punya hak terhadap Golkar. Kita melihat bahwa selama ini DPP selalu melihat ormas dan organisasi sayap sebelah mata," kata Yorrys saat berbincang, Senin (28/4/2014).

Dia menerangkan semua perwakilan ormas dan organisasi sayap Golkar hadir di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat. "Agung Laksono hadir mewakili Kosgoro. Lainnya ada AMPI, Soksi, MKGR, KPPG, KMPG, dan lainnya, lengkap," tuturnya.

Yorrys protes ormas dan organisasi sayap dianaktirikan. Dia protes Ketum Golkar Aburizal Bakrie lebih mementingkan pengurus dari 33 DPD I. Padahal, kata Yorrys, ormas dan organisasi sayap memiliki peranan penting dalam kaderisasi di Golkar.

"Setiap pengambilan keputusan orientasinya DPD I. DPD II dibiarin, ormas dibiarin," ujarnya.

Meminta Munas Dipercepat

Pertemuan Ormas dan organisasi sayap Golkar itu berlanjut ke pertemuan selanjutnya yang digelar Jumat malam tadi. Rapat tertutup ini dilakukan dalam rangka evaluasi hasil Pileg 2014. Rapat ini ingin pergantian Ketua Umum dipercepat menjadi akhir tahun ini.

"Kami minta Munas sesuai AD ART setiap lima tahun sekali," kata Ketua AMPG Yorrys Raweyai di sela-sela rapat di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Munas Golkar, yang beragendakan pergantian Ketua Umum, sesuai kesepakatan Munas Golkar 2009, sedianya akan digelar pada tahun 2015. Namun Yorrys dan para pengurus ormas sayap Golkar meminta waktu pelaksanaan Munas dikembalikan seperti di AD ART, 5 tahun sekali, Munas diminta digelar bulan Oktober tahun ini.

Selain itu, Yorrys mengatakan rapat malam ini tak membahas soal evaluasi pencapresan Ical. Rapat hanya membahas soal kegagalan evaluasi Pileg 2014.

"Kita harus memberikan dukungan penuh ke beliau, Pak Aburizal. Kalau ada perubahan, harus dibicarakan di forum Rapimnas. Saya tidak akan menggiring teman-teman untuk mengevaluasi seperti berita dimana-mana soal evaluasi Pilpres, saya nggak mau," ujar Yorrys.

Meminta Munas Dipercepat

Pertemuan Ormas dan organisasi sayap Golkar itu berlanjut ke pertemuan selanjutnya yang digelar Jumat malam tadi. Rapat tertutup ini dilakukan dalam rangka evaluasi hasil Pileg 2014. Rapat ini ingin pergantian Ketua Umum dipercepat menjadi akhir tahun ini.

"Kami minta Munas sesuai AD ART setiap lima tahun sekali," kata Ketua AMPG Yorrys Raweyai di sela-sela rapat di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Munas Golkar, yang beragendakan pergantian Ketua Umum, sesuai kesepakatan Munas Golkar 2009, sedianya akan digelar pada tahun 2015. Namun Yorrys dan para pengurus ormas sayap Golkar meminta waktu pelaksanaan Munas dikembalikan seperti di AD ART, 5 tahun sekali, Munas diminta digelar bulan Oktober tahun ini.

Selain itu, Yorrys mengatakan rapat malam ini tak membahas soal evaluasi pencapresan Ical. Rapat hanya membahas soal kegagalan evaluasi Pileg 2014.

"Kita harus memberikan dukungan penuh ke beliau, Pak Aburizal. Kalau ada perubahan, harus dibicarakan di forum Rapimnas. Saya tidak akan menggiring teman-teman untuk mengevaluasi seperti berita dimana-mana soal evaluasi Pilpres, saya nggak mau," ujar Yorrys.

Mengajukan 6 Nama Cawares

Rapat silaturahmi Ormas dan sayap Partai Golkar itu menelurkan sejumlah kesepakatan. Namun, usai sejumlah pengurus Ormas dan sayap meninggalkan lokasi rapat, muncul enam nama cawapres Golkar.

"Kader-kader itu antara lain, Dewan Pertimbangan telah memutuskan tiga orang sebagai cawapres: Akbar, Jusuf Kalla, dan Luhut Pandjaitan," kata Ketua Umum DPP Satkar Ulama (salah satu sayap Golkar) HM Aly Yahya usai rapat di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Jumat (2/5/2014), malam.

"Lalu ada kader terbaik kita yang lain, yang memang elektabilitasnya cukup bagus, yakni Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, dan Ginandjar Kartasasmita," imbuhnya.

Nama-nama itu, berdasarkan penuturan Aly, muncul saat rapat berlangsung. Nama-nama ini akan disampaikan ke Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung dan Ketum Golkar Aburizal Bakrie. Kemudian, forum Rapimnas bisa menggodok nama-nama tersebut.

"Tidak disepakati nama-nama itu (dalam rapat yang baru usai), hanya berkembang aspirasi itu," kata Aly.

Nama-nama tersebut rencananya akan disorongkan kepada capres-capres potensial di Pilpres 2014. "Mereka ini kita anggap layak kita majukan sebagai cawapres untuk capres yang ingin meminangnya," tuturnya.

Mengajukan 6 Nama Cawares

Rapat silaturahmi Ormas dan sayap Partai Golkar itu menelurkan sejumlah kesepakatan. Namun, usai sejumlah pengurus Ormas dan sayap meninggalkan lokasi rapat, muncul enam nama cawapres Golkar.

"Kader-kader itu antara lain, Dewan Pertimbangan telah memutuskan tiga orang sebagai cawapres: Akbar, Jusuf Kalla, dan Luhut Pandjaitan," kata Ketua Umum DPP Satkar Ulama (salah satu sayap Golkar) HM Aly Yahya usai rapat di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Jumat (2/5/2014), malam.

"Lalu ada kader terbaik kita yang lain, yang memang elektabilitasnya cukup bagus, yakni Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, dan Ginandjar Kartasasmita," imbuhnya.

Nama-nama itu, berdasarkan penuturan Aly, muncul saat rapat berlangsung. Nama-nama ini akan disampaikan ke Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung dan Ketum Golkar Aburizal Bakrie. Kemudian, forum Rapimnas bisa menggodok nama-nama tersebut.

"Tidak disepakati nama-nama itu (dalam rapat yang baru usai), hanya berkembang aspirasi itu," kata Aly.

Nama-nama tersebut rencananya akan disorongkan kepada capres-capres potensial di Pilpres 2014. "Mereka ini kita anggap layak kita majukan sebagai cawapres untuk capres yang ingin meminangnya," tuturnya.

Mengajukan Nama-nama Pengganti Ical di Posisi Ketum

Sepuluh Ormas dan sayap Partai Golkar menggelar rapat. Mereka mendesak kepengurusan Partai Golkar, termasuk Ketua Umum, diganti sesuai AD/ART yaitu setiap lima tahun sekali.

"Dulu di zaman Orde Baru, Munas bertepatan dengan ulang tahun Golkar (20 Oktober). Tetapi setelah reformasi, kita mengalami pergantian waktu, tapi tetap harus dilakukan di bulan Oktober, sesuai AD/ART, yaitu setiap lima tahun sekali," kata Ketua AMPG Yorrys Raweyai di sela rapat silaturahmi nasional Ormas dan sayap di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Saat ini, Munas Golkar diputuskan dilaksanakan pada 2015, sesuai keputusan Munas 2009. Waktu itu, Aburizal Bakrie ditetapkan sebagai Ketum hingga 2015.

"Itu (Munas ditunda hingga 2015) karena 2014 adalah tahun politik, dikhawatirkan bisa menganggu konsolidasi partai," tutur Yorrys menceritakan pertimbangan partainya untuk menunda Munas yang berakibat pada memanjangnya masa jabatan Ical (Aburizal).

Namun demikian, Yorrys yang mengaku tak bermaksud mengganggu otoritas Ical ini, menyatakan rapat Ormas dan sayap ini bukan untuk memunculkan nama calon Ketum Golkar. Dalam rapat ini ikut serta Ketua MKGR Priyo Budi Santoso dan Ketua Umum Kosgoro Agung Laksono. Dua nama ini merupakan tokoh potensial untuk menjadi Ketum Golkar selanjutnya.

"(Calon Ketum potensial) Banyak, ada Pak Priyo, Agung Laksono, Fadel Muhammad, Syarief Cicip Sutardjo, Hidayat. Nggak ada nama potensial. Kalau saya, saya serahkan. Yang penting punya visi jelas, berjaya di 2019," tutur Yorrys.

Sepuluh Ormas dan sayap Partai Golkar hadir, yakni Depinas Soksi, Kosgoro, MKGR, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Satkar Ulama Indonesia, Al-Hidayah, Himpunan Wanita Karya, dan Majelis Dakwah Indonesia.

Mengajukan Nama-nama Pengganti Ical di Posisi Ketum

Sepuluh Ormas dan sayap Partai Golkar menggelar rapat. Mereka mendesak kepengurusan Partai Golkar, termasuk Ketua Umum, diganti sesuai AD/ART yaitu setiap lima tahun sekali.

"Dulu di zaman Orde Baru, Munas bertepatan dengan ulang tahun Golkar (20 Oktober). Tetapi setelah reformasi, kita mengalami pergantian waktu, tapi tetap harus dilakukan di bulan Oktober, sesuai AD/ART, yaitu setiap lima tahun sekali," kata Ketua AMPG Yorrys Raweyai di sela rapat silaturahmi nasional Ormas dan sayap di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Saat ini, Munas Golkar diputuskan dilaksanakan pada 2015, sesuai keputusan Munas 2009. Waktu itu, Aburizal Bakrie ditetapkan sebagai Ketum hingga 2015.

"Itu (Munas ditunda hingga 2015) karena 2014 adalah tahun politik, dikhawatirkan bisa menganggu konsolidasi partai," tutur Yorrys menceritakan pertimbangan partainya untuk menunda Munas yang berakibat pada memanjangnya masa jabatan Ical (Aburizal).

Namun demikian, Yorrys yang mengaku tak bermaksud mengganggu otoritas Ical ini, menyatakan rapat Ormas dan sayap ini bukan untuk memunculkan nama calon Ketum Golkar. Dalam rapat ini ikut serta Ketua MKGR Priyo Budi Santoso dan Ketua Umum Kosgoro Agung Laksono. Dua nama ini merupakan tokoh potensial untuk menjadi Ketum Golkar selanjutnya.

"(Calon Ketum potensial) Banyak, ada Pak Priyo, Agung Laksono, Fadel Muhammad, Syarief Cicip Sutardjo, Hidayat. Nggak ada nama potensial. Kalau saya, saya serahkan. Yang penting punya visi jelas, berjaya di 2019," tutur Yorrys.

Sepuluh Ormas dan sayap Partai Golkar hadir, yakni Depinas Soksi, Kosgoro, MKGR, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Satkar Ulama Indonesia, Al-Hidayah, Himpunan Wanita Karya, dan Majelis Dakwah Indonesia.
Halaman 2 dari 10
(fjp/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads