Pencapresan Ical Bikin Soksi Pecah Kongsi

Pencapresan Ical Bikin Soksi Pecah Kongsi

- detikNews
Jumat, 02 Mei 2014 17:04 WIB
Pencapresan Ical Bikin Soksi Pecah Kongsi
Jakarta - Perdebatan soal pencapresan Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) membuat perpecahan di internal partai. Perpecahan itu bahkan merembet ke organisasi sayap Golkar, Soksi (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia).

Ketua Dewan Pembina Soksi Suhardiman pecah kongsi dengan Ketum Soksi Ade Komaruddin. Suhardiman meminta Ical mundur dari pencapresan, sedangkan Ade terus mendorong pencapresan Bos Bakrie Group itu.

Suhardiman membuka gerakan 'penggulingan' Ical pada penghujung Mei bulan lalu. Pendiri Golkar ini yakin Ical tak akan menang di Pilpres jika ngotot mengajukan diri jadi capres.

"Pada dasarnya sejarah Golkar akan terulang kembali bila mengusung tokoh di luar Jawa, pasti tidak akan berhasil," kata Suhardiman dalam siaran pers pada Selasa (29/4) lalu.

Suhardiman tak berhenti di situ, dia bahkan menyarankan Ical mendukung pencapresan capres PDIP Joko Widodo. Menurutnya, dukungan kepada Jokowi lebih realistis bagi Golkar ketimbang mengusung capres sendiri.

"Ya, intinya Ical jangan berusaha menjadi king. Tapi jadi king maker, yang muda-muda bisa melakukan penyelamatan untuk gabung dengan Jokowi. Itu kesempatan yang bagus, ketimbang memaksakan diri menjadi king tapi gagal," ujarnya.

Setelah membuat pernyataan, Suhardiman membuat gerakan. Hari ini dia menggelar pertemuan dengan Ketua Umum MKGR, organisasi sayap Golkar lainnya, Priyo Budi Santoso, untuk membahas kemungkinan Golkar hanya mengusung cawapres. Kepada Priyo, Suhardiman mencurahkan kekhawatirannya terhadap pencapresan Ical.

"Ada sesuatu hal yang perlu disampaikan, sebagian besar masyarakat Indonesia adalah Jawa. Siapapun yang akan menjadi presiden pasti orang Jawa. Ini yang perlu dipegang oleh saudara Ical, tapi tampaknya saudara Ical masih ngotot untuk menjadi presiden," kata Suhardiman.

Sampai di situ, langkah Suhardiman mendapat perlawanan. Ketua Umum Soksi Ade Komaruddin mencegatnya dengan membuat pernyataan yang melokalisasi rongrongan Suhardiman terhadap pencapresan Ical.

"Dewan Pimpinan Soksi tetap pada posisinya, mencalonkan Aburizal Bakrie pada Pilpres 2014," kata Ade dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Menurut Ade, rongrongan Suhardiman terhadap pencapresan Ical tak mewakili Soksi. Hal itu merupakan pendapat pribadi.

"Di Soksi satu pendapat, mendukung pencapresan ARB, kecuali pendapat pribadi," ujar Ade.

Perdebatan soal pencapresan Ical memang memanaskan kondisi internal Golkar. Organisasi-organsisasi sayap partai berlambang pohon beringin yang pesimis menatap pencapresan Ical membuat gerakan yang dinamakan 'penyelamatan'.

Goyangan untuk pencapresan Ical ini tak hanya datang dari organisasi sayap. Di DPP Golkar pun mulai timbul perpecahan. Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso yang membuat gerakan. Hari ini dia menggelar pertemuan dengan Suhardiman, membuka kemungkinan Golkar hanya mengusung cawapres.

Dengan goyangan sehebat ini, akankah Ical tetap bisa menggenggam tiket ke Pilpres 2014?

(trq/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads