Berikut ekspresi Sri Mulyani di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/5/2014):
|
(Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
|
1. Tersenyum Manis Saat Datang
|
(Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
|
"Sehat, saya siap," kata Sri Mulyani yang langsung masuk ke ruang pengadilan.
Sri Mulyani tiba sekitar pukul 08.45 WIB dengan menggunakan mobil Honda bernopol B 1489 TZN. Tak seperti saksi lainnya, Sri Mulyani memilih masuk lewat pintu samping.
1. Tersenyum Manis Saat Datang
|
(Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
|
"Sehat, saya siap," kata Sri Mulyani yang langsung masuk ke ruang pengadilan.
Sri Mulyani tiba sekitar pukul 08.45 WIB dengan menggunakan mobil Honda bernopol B 1489 TZN. Tak seperti saksi lainnya, Sri Mulyani memilih masuk lewat pintu samping.
2. Minum dan Ditegur Hakim
|
(Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
|
"Kalau minum di dalam ruang sidang harus izin dulu. Di sini tidak boleh," kata hakim ke Sri Mulyani.
"Ooh harus di luar ya. Mohon maaf hakim, saya tidak pernah ke pengadilan," jawab Sri Mulyani.
2. Minum dan Ditegur Hakim
|
(Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
|
"Kalau minum di dalam ruang sidang harus izin dulu. Di sini tidak boleh," kata hakim ke Sri Mulyani.
"Ooh harus di luar ya. Mohon maaf hakim, saya tidak pernah ke pengadilan," jawab Sri Mulyani.
3. 'Kuliahi' Hakim dan Jaksa
|
(Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
|
Keputusan memberi PMS pada Bank Century harus diambil untuk menjaga kepercayaan pada sistem perbankan nasional agar tidak runtuh. "Saya malam itu harus bandingkan mudarat sekecilnya PMS Rp 632 miliar dengan manfaat seluruh sistem kepercayaan keuangan bisa terjaga sehingga tidak ada sistem keuangan yang rusak," tandasnya.
Jaksa dan hakim terus mencecarnya, namun Sri Mulyani dengan telaten menjawab. "Bapak, saya harus ulang lagi? Krisis dari rusaknya perbankan belum terjadi. Saya cegah karena tanda-tanda menuju ke situ sudah semakin nyata," tegas Sri Mulyani.
Jaksa KMS Roni kembali mempertanyakan alasan Gubernur BI Boediono saat itu memberikan statemen kondisi perbankan Indonesia sehat. Padahal nyatanya bertolak belakang.
"Bisa kontradiksi seperti itu, bagaimana itu?" cecar Roni.
Dengan panjang lebar Sri Mulyani menjelaskan, yang dilakukan Boediono adalah untuk menjaga ketenangan dalam masyarakat. Jika malah diungkap kondisi sebenarnya, maka akan semakin terjadi gejolak.
"Masyarakat resah nggak?" sambung Roni.
Di tahun 2009, masyarakat akhirnya tenang karena tahu Bank Century sudah diambil alih LPS. Antrean nasabah yang hendak menarik uangnya di Kacab Bank Century Surabaya dan Medan mulai berkurang.
Namun kondisi itulah yang justru dipertanyakan jaksa. Karena nyatanya uang yang ditanam di Bank Century itu adalah milik negara.
"Kalau ketenangan masyarakat nilainya berapa kira-kira?" tanya balik Sri Mulyani.
"O.. Tidak bisa diukur," jawab Roni.
"Bisa dong Pak," balas Sri Mulyani lagi.
"Dari mana bisa diukurnya?" tanya balik Roni.
Menurut Sri Mulyani, saat itu ada Rp 1.700 triliun uang rakyat di seluruh bank. Ada juga 82 juta rekening. Dan angka-angka itulah yang dijaga agar tak terjadi kepanikan.
"Itulah nilai keamanan itu," tegas Sri Mulyani.
"Makanya mudarat paling kecil saya ambil tapi saya tahu manfaat besar terhadap Indonesia dan itu terbukti," tandasnya.
3. 'Kuliahi' Hakim dan Jaksa
|
(Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
|
Keputusan memberi PMS pada Bank Century harus diambil untuk menjaga kepercayaan pada sistem perbankan nasional agar tidak runtuh. "Saya malam itu harus bandingkan mudarat sekecilnya PMS Rp 632 miliar dengan manfaat seluruh sistem kepercayaan keuangan bisa terjaga sehingga tidak ada sistem keuangan yang rusak," tandasnya.
Jaksa dan hakim terus mencecarnya, namun Sri Mulyani dengan telaten menjawab. "Bapak, saya harus ulang lagi? Krisis dari rusaknya perbankan belum terjadi. Saya cegah karena tanda-tanda menuju ke situ sudah semakin nyata," tegas Sri Mulyani.
Jaksa KMS Roni kembali mempertanyakan alasan Gubernur BI Boediono saat itu memberikan statemen kondisi perbankan Indonesia sehat. Padahal nyatanya bertolak belakang.
"Bisa kontradiksi seperti itu, bagaimana itu?" cecar Roni.
Dengan panjang lebar Sri Mulyani menjelaskan, yang dilakukan Boediono adalah untuk menjaga ketenangan dalam masyarakat. Jika malah diungkap kondisi sebenarnya, maka akan semakin terjadi gejolak.
"Masyarakat resah nggak?" sambung Roni.
Di tahun 2009, masyarakat akhirnya tenang karena tahu Bank Century sudah diambil alih LPS. Antrean nasabah yang hendak menarik uangnya di Kacab Bank Century Surabaya dan Medan mulai berkurang.
Namun kondisi itulah yang justru dipertanyakan jaksa. Karena nyatanya uang yang ditanam di Bank Century itu adalah milik negara.
"Kalau ketenangan masyarakat nilainya berapa kira-kira?" tanya balik Sri Mulyani.
"O.. Tidak bisa diukur," jawab Roni.
"Bisa dong Pak," balas Sri Mulyani lagi.
"Dari mana bisa diukurnya?" tanya balik Roni.
Menurut Sri Mulyani, saat itu ada Rp 1.700 triliun uang rakyat di seluruh bank. Ada juga 82 juta rekening. Dan angka-angka itulah yang dijaga agar tak terjadi kepanikan.
"Itulah nilai keamanan itu," tegas Sri Mulyani.
"Makanya mudarat paling kecil saya ambil tapi saya tahu manfaat besar terhadap Indonesia dan itu terbukti," tandasnya.
4. Tawarkan Mic pada Jaksa
|
(Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
|
Sri Mulyani dengan santai pun menawarkan mic bagi saksi untuk jaksa. Sang jaksa menolak, namun Sri Mulyani segera berdiri dan membawa mic ke jaksa. Sri Mulyani sempat bolak-balik dari kursi saksi ke kursi jaksa.
Jaksa menolak halus dengan alasan apa yang dia sampaikan direkam, jadi kalau memakai mic saksi bisa tak terekam. Sri Mulyani pun tersenyum mendengar jawaban jaksa.
4. Tawarkan Mic pada Jaksa
|
(Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
|
Sri Mulyani dengan santai pun menawarkan mic bagi saksi untuk jaksa. Sang jaksa menolak, namun Sri Mulyani segera berdiri dan membawa mic ke jaksa. Sri Mulyani sempat bolak-balik dari kursi saksi ke kursi jaksa.
Jaksa menolak halus dengan alasan apa yang dia sampaikan direkam, jadi kalau memakai mic saksi bisa tak terekam. Sri Mulyani pun tersenyum mendengar jawaban jaksa.
Halaman 2 dari 10










































