"Dewan Pimpinan Soksi tetap pada posisinya, mencalonkan Aburizal Bakrie pada Pilpres 2014," kata Ade dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/5/2014).
Ade menganggap perbedaan pendapat di tubuh Soksi, seperti ditunjukkan Suhardiman, merupakan hal biasa dalam berdemokrasi. Namun hal itu bukanlah sikap resmi SOKSI.
"Di Soksi satu pendapat, mendukung pencapresan ARB, kecuali pendapat pribadi," kata Ade.
Dia menuturkan, pencapresan Ical telah disepakati bersama lewat sejumlah forum resmi, dan SOKSI merupakan organisasi pertama yang mengusulkannya, pada Mei 2011 di Medan. Untuk itu, dirinya mengimbau agar semua kader taat azas dalam berorganisasi dengan memegang teguh hasil kesepakatan bersama tersebut.
"Dan Rapimnas Golkar tahun lalu sudah menetapkan ARB (Aburizal) sebagai capres. Kalau Rapimnas diselengarakan lagi dan memutuskan yang lain, Soksi akan tetap bersikap seperti itu (mendorong pencapresan Ical). Karena itulah cara berorganisasi yang benar," tutur Ade.
Sebagaimana saudagar yang memegang teguh kontrak perdagangan, politisi juga harus memegang kesepakatan bersama.
"Dalam politik, kata-kata menjadi pegangan. Dalam bisnis, kontrak adalah pegangan. Konsistensi harus dipegang oleh semua politisi di negara ini," tandasnya.
(dnu/trq)











































