"Iya baru saja dapat (informasi diterima pihak Istana Negara). Ada Pak Suwarno Wapres KSPSI, Pak Subianto Sekjen KSPSI, Ahmad Supriadi Ketua DPC Tangerang, Moestopo wakil bendahara DPP KSPSI, dan Pak Robert Tambunan ketua MPO SPSI," ujar salah satu peserta aksi bernama Freddy di depan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (2/5/2014).
10 Pria itu kemudian berjalan perlahan. Sementara di luar istana, lantunan lagu dangdut berdendang dari pengeras suara. Ratusan buruh menunggu kabar rekan mereka yang masuk ke dalam istana dengan berjoget ria.
Cuaca yang tiba-tiba mendung dan sesekali terdengar gemuruh petir tak dihiraukan para buruh itu. Mereka hanyut dalam alunan irama dangdut. Saat lagu berakhir, mereka bertepuk tangan dan kembali mendengarkan sang orator yang berupaya membakar semangat mereka.
"Putar lagi, musiiiik!" ujar si orator usai membakar semangat para buruh beberapa saat.
Suasana di depan istana kini mendadak berubah menjadi pasar kaget, karena ratusan PKL terus bertambah mengepung massa. Mulai dari makanan seperti nasi goreng hingga minuman kemasan dan pakaian ditawarkan para PKL itu.
Sementara itu, di sisi barat massa buruh, muncul puluhan mahasiswa dari KAMMI yang melakukan aksi demonstrasi menuntut jaminan pendidikan nasional hingga S1. Mereka juga tak menghiraukan hujan yang terjadi.
Para mahasiswa itu mendengarkan orasi rekan mereka soal sistem pendidikan dari pengeras suara. Sementara alunan dangdut menggema dari massa buruh. Keduanya kelompok massa ini mengambil jarak sekitar 10 meter.
(vid/mad)











































