Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Sunindyo, mengatakan para dokter Angkatan Darat tersebut akan mempelajari pengetahuan terkait jamu mulai dari menanam tanaman obat, pengolahan, hingga bisa dikonsumsi sebagai jamu. Diharapkan hasil pelatihan bisa diterapkan dan disebarkan kepada masyarakat sebagai bentuk pengobatan selain menggunakan obat kimia.
"Ini baru pertama kalinya nanti 30 orang lagi. Inginnya massal jadi lebih cepat," kata Pangdam saat membuka Pelatihan Dokter Saintifikasi Jamu untuk Dokter TNI AD di pabrik PT. Sido Muncul, Semarang, Jumat (2/5/2014).
Wakil Direktur Kesehatan Angkatan Darat Kolonel Untung Sunaryadi menambahkan pelatihan tersebut meningkatkan kualitas dokter dalam penelitian dan pengumpulan bukti klinis di bidang jamu. Ilmu yang sudah dipelajari dokter angkatan darat itu juga bisa diterapkan ketika ditugaskan ke daerah terpencil tanpa kesediaan obat kimia.
"Meningkatkan sumber daya manusia dalam penelitian berbasis sertifikasi jamu dan mengumpulkan bukti klinis bidang jamu. Pelatihan harus dimanfaatkan pada kehidupan sehari-hari ketika sakit dimana kalian ditugaskan," tandasnya.
Sementara itu Indah Yuning Prapti, SKM, M.Kes, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT) mengatakan ada sejumlah materi yang akan diberikan kepada dokter Angkatan Darat yang mengikuti pelatihan. Mulai dari etika, riset, hingga praktik.
"Praktik dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu," ujarnya.
Indah menambahkan praktik dilakukan di Balai di Tawangmangu karena memiliki 1.200 tanaman obat dan sudah mendapat bukti ilmiah untuk khasiatnya.
"Dengan adanya saintifikasi jamu, maka dapat bukti ilmiah khasiat dan mutu dari jamu yang selama ini turun menurun," terang Indah.
Dalam pembukaan pelatihan, rombongan dokter Angkatan Darat mengelilingi pabrik PT Sidomuncul mulai dari bagian bahan mentah, pengolahan, laboratorium, dan pemaketan produk jadi. Oleh pemandu, para dokter itu diterangkan tentang tanaman-tanaman yang digunakan PT. Sidomuncul untuk produksi jamunya.
Salah satu dokter, Dokter Sulistyo dari Kesdam III Siliwangi mengatakan pembelajaran tentang herbal tersebut sangat baik karena selama ini masih berhubungan erat dengan obat farmasi pada umumnya.
"Bagi saya ini baru sekali, kita selama ini masih berhubungan dengan farmasi seperti umumnya," ujar Sulistyo sembari melihat bahan mentah di pabrik PT. Sidomuncul.
(alg/gah)











































