Debat Seru Jaksa vs Sri Mulyani Soal Krisis Tahun 2008

Sidang Kasus Century

Debat Seru Jaksa vs Sri Mulyani Soal Krisis Tahun 2008

- detikNews
Jumat, 02 Mei 2014 15:08 WIB
Debat Seru Jaksa vs Sri Mulyani Soal Krisis Tahun 2008
Jakarta - Sidang lanjutan kasus Bank Century berlangsung seru. Terjadi perdebatan pendapat yang sangat menarik antara jaksa KPK dengan saksi mantan Menkeu Sri Mulyani.

Peristiwa ini terjadi saat Sri Mulyani bersaksi untuk terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Perdebatan dimulai saat jaksa KMS Roni bertanya soal benar tidak adanya krisis di tahun 2008. Padahal di awal persidangan, Sri Mulyani sudah menceritakan panjang lebar soal kemungkinan terjadinya krisis keuangan di Indonesia.

"Bapak, saya harus ulang lagi? Krisis dari rusaknya perbankan belum terjadi. Saya cegah karena tanda-tanda menuju ke situ sudah semakin nyata," tegas Sri Mulyani.

Roni kembali mempertanyakan alasan Gubernur BI Boediono saat itu memberikan statmen kondisi perbankan Indonesia sehat. Padahal nyatanya bertolak belakang.

"Bisa kontradiksi seperti itu, bagaimana itu?" cecar Roni.

Dengan panjang lebar Sri Mulyani menjelaskan, yang dilakukan Boediono adalah untuk menjaga ketenangan dalam masyarakat. Jika malah diungkap kondisi sebenarnya, maka akan semakin terjadi gejolak.

"Masyarakat resah nggak?" sambung Roni.

Di tahun 2009, masyarakat akhirnya tenang karena tahu Bank Century sudah diambil alih LPS. Antrean nasabah yang hendak menarik uangnya di Kacab Bank Century Surabaya dan Medan mulai berkurang.

Namun kondisi itulah yang justru dipertanyakan jaksa. Karena nyatanya uang yang ditanam di Bank Century itu adalah milik negara.

"Kalau ketenangan masyarakat nilainya berapa kira-kira?" tanya balik Sri Mulyani.

"O.. Tidak bisa diukur," jawab Roni.

"Bisa dong pak," balas Sri Mulyani lagi.

"Dari mana bisa diukurnya?" tanya balik Roni.

Menurut Sri Mulyani, saat itu ada Rp 1.700 triliun uang rakyat di seluruh bank. Ada juga 82 juta akun rekening. Dan angka-angka itulah yang dijaga agar tak terjadi kepanikan.

"Itulah nilai keamanan itu," tegas Sri Mulyani.

"Makanya mudarat paling kecil saya ambil tapi saya tahu manfaat besar terhadap Indonesia dan itu terbukti," tandasnya.

(mok/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads