"Apa bedanya kecoa dan dinosaurus?" tanya Bima Arya kepada ratusan pelajar dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional di Museum Zoologi, Bogor, Jumat (2/5/2014).
Para pelajar yang ditanya Bima terdiam sambil melirik ke arah tulang belulang di sekeliling ruangan itu. Demikian juga dengan ratusan pelajar lainnya dari berbagai sekolah di Kota Bogor yang tersambung lewat perangkat teleconference.
Tak lama, seorang siswa menjawab, namun Bima masih mempersilahkan yang lain. Tiba-tiba seorang siswi berdiri menjawab dengan tepat.
"Menurut saya, kecoa itu mampu hidup sampai sekarang, sedangkan dinosaurus sudah punah," jawab siswi itu. Bima Arya membenarkan kemudian diikuti tepuk hadirin di ruangan itu
Di hadapan para pelajar Bima Arya menjelaskan usia dinosaurus dan kecoa tidak berbeda jauh, bahkan lebih tua kecoa. Tetapi kecoa masih bisa dilihat sampai sekarang, karena kecoa memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan iklim. Kecoa mampu menghadapi tantangan zaman
"Bukan makluk yang besar, kuat dan perkasa yang mampu bertahan, tetapi makluk yang mampu menghadapi segala tantangan perubahan zaman," ujar Bima Arya bersemangat
Terkait hari pendidikan nasional, Bima Arya berpesan bahwa saingan siswa di Kota Bogor bukan saja siswa di kota lainnya di Indonesia, tetapi juga siswa di Malaysia, Singapura, Thailand dan negara lainnya di ASEAN, bahan siswa-siswa di dunia internasional
Oleh karena itu, menurut Bima Arya, siswa Indonesia harus memiliki dua hal, yaitu kompetensi dan karakter. "Kompetensi dan karakter adalah dua hal yang harus terus ditingkatkan agar siswa Indonesia tidak kalah dan punah dalam persaingan global, tetapi karakter lebih penting dari kompetensi," jelas Bima Arya menutup pidatonya di Museum yang penuh dengan tulang belulang itu.
(ndr/mad)











































