Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Desmon Junaidi Mahesa mengatakan Gerindra tak mau langsung menentukan begitu saja siapa yang menjadi cawapresnya Prabowo tanpa terlebih dulu berbicara dengan partai-partai yang menjadi mitra koalisi.
"Untuk kursi cawapres kita bicarakan bersama-sama, duduk bersama. Perlu pembicaraan mendalam dengan mitra-mitra koalisi," kata Desmon saat dihubungi detikcom, Jumat (2/5/2014).
Desmon menyebutkan partainya segera mematangkan pembicaraan terkait koalisi dengan partai-partai lain. "Sebelum tanggal 9 Mei nanti akan kita matangkan," ujar Desmon mengungkapkan.
Desmon mengharapkan partainya mendapat banyak mitra koalisi sebagai upaya untuk memperkuat Gerindra dalam menghadapi pemilu presiden. Harapannya tak cuma dengan Golkar saja tapi juga dengan Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional dan yang lainnya.
Adapun sebelumnya Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi mengaku mengapresiasi bila Ical mau mengalah. "Semestinya memang Pak Ical yang mengalah," ujar Suhardi saat berbincang dengan detikcom, Jumat (2/5/2014).
Suhardi menjelaskan Prabowo tetap sebagai capres karena selama ini dari hasil berbagai memiliki elektabilitas di atas Ical. "Kalau secara partai dari hasil pemilu legislatif ini memang Golkar yang di atas Gerindra," kata Suhardi.
Dengan melihat fenomena tersebut, menurut Suhardi maka sangat pas kalau Gerindra dan Golkar berkoalisi. Kedua partai dan kedua tokoh yang diusung akan saling melengkapi untuk bertarung dalam pemilihan presiden.
(brn/rmd)











































