Hal ini terjadi di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (2/5/2014), sehingga menarik perhatian para peserta demo. Spanduk berwarna putih itu langsung digulung dengan cepat oleh satgas organisasi buruh berwarna biru itu.
"Tolong spanduk Rizal Ramli diturunkan. Jangan gunakan massa kami, ini KSPSI. Tolong brigade diturunkan," ujar Andi melalui pengeras suara.
Saat itu juga, puluhan satgas yang disebut brigade itu langsung menggulung dan merebut spanduk berukuran 3 m x 1 m tersebut. Andi meminta untuk para pemasangnya dibiarkan pergi. "Udah, jangan dikembalikan saja. Udah jalan," ujar Andi.
Peristiwa ini sempat membuat para buruh terdiam dan suasana sedikit memanas. Namun pihak kepolisian langsung mengamankan situasi, dan spanduk itu disita para buruh.
"Isinya kaya politis gitu," ujar salah satu anggota satgas bernama Satria sambil menunjukkan gulungan spanduk itu di salah satu mobil yang membawa sound system.
Tak beberapa lama kemudian, Andi dan beberapa tokoh KSPSI dan SPSI kembali melanjutkan orasinya. Mereka menuntut upah layak untuk 2015, juga rumah murah bagi para buruh di Indonesia.
Di sisi lain, massa buruh juga menginjak-injak taman di seberang istana Merdeka. Tanaman-tanaman kecil nampak terinjak-injak massa.
Selain itu pagar taman yang terbuat dari besi dan kawat, nampak terputus kawatnya. Ujung kawat terburai begitu saja dan membahayakan orang yang hilir mudik di sekitar taman.
Hingga pukul 13.15 WIB aksi masih berlangsung dengan orasi dari masing-masing presiden serikat buruh yang tergabung dalam KSPSI. Permintaan mereka terutama tentang upah layak dan perumahan murah buruh.
(vid/mad)











































