Warga Australia Pertanyakan Ancaman Bom di Hilton

Warga Australia Pertanyakan Ancaman Bom di Hilton

- detikNews
Kamis, 16 Des 2004 15:58 WIB
Jakarta - Sejumlah warga negara Australia yang bermalam di Hotel Hilton mempertanyakan kebenaran adanya ancaman teroris terhadap salah satu jaringan hotel terbesar di dunia itu.Namun pihak manajemen Hilton yang sehari sebelumnya sudah mendapatkan peringatan dari Kedubes Australia di Indonesia berusaha meyakinkan mereka akan tetap aman, karena keamanan hotel yang berlokasi di jalan Gatot Soebroto itu sudah diperketat."Memang warga negara Australia yang nginap banyak yang mempertanyakan soal bom, tetapi kami yakinkan bahwa kami sudah meningkatkan keamanan dan menambah personel, sehingga mereka tidak perlu khawatir mengenai masalah keamanan," tegas Director of Public Relation and Communication Hilton Jakarta Emeraldo Parengkuan dalam jumpa pers di Hotel Hilton, Jakarta, Kamis, (16/12/2004).Hilton Jakarta seperti yang diungkapkan General Manager-nya Robert Ramey memang sudah mendapatkan peringatan dari Kedubes Australia berkaitan dengan adanya teroris yang ingin menghancurkan target-target milik asing di Indonesia."Hotel Hilton memang disebutkan dalam peringatan itu sebagai salah satu sasaran, tapi saya yakinkan tidak disebutkan secara spesifik target yang dimaksud adalah Hilton Jakarta," kata Ramey.Berdasarkan informasi tersebut, manajemen Hilton kemudian langsung melakukan pencegahan dengan menambah jumlah personel keamanan. Dari pihak keamanan, katanya, kepolisian sudah menambah anggota dan logistik untuk menjamin keamanan dan kenyamanan tamu-tamu.Sementara mengenai adanya ancaman bom, Emeraldo menambahkan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan ancaman tersebut. "Saya yakin tidak akan apa-apa hanya mengingatkan saja, karena memang pada Desember diharapkan dari hotel-hotel mana pun meningkatkan kesigapan terhadap bom menyusul kejadian-kejadian belakangan ini," kata dia.Terkait dengan pembatalan acara, Emeraldo mengatakan, sejauh ini belum ada pihak yang membatalkan acara yang akan diadakan di Hotel Hilton, termasuk UNESCO yang rencananya akan menggelar acara di hotel tersebut.Saat ini dari 1.100 kamar yang tersedia sudah terisi sekitar 60-65 persen, dan kebanyakan tamu lokal. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads