Para ketua dan sekretaris DPC di eks Karesidenan Surakarta, Kamis (1/5/2014) malam, menggelar pertemuan di sebuah rumah makan di Solo. Mereka terdiri dari pimpinan dari 7 cabang yaitu DPC Kota Surakarta, DPC Boyolali, DPC Klaten, DPC Sukoharjo, DPC, Wonogiri, DPC Karanganyar, dan DPC Sragen.
Ketua DPC PPP Klaten, Tontowi Jauhari, selaku juru bicara mengatakan pertemuan para pimpinan DPC PPP se-Surakarta mendesak agar pimpinan-pimpinan DPW terlebih dahulu menggelar Rapimwil. Tujuannya adalah, ketika ketua DPW datang ke acara Rapimnas untuk memutuskan arah koalisi di Jakarta pada 9 Mei mendatang, sudah punya bekal dan gambaran yang jelas tentang aspirasi politik di akar rumput di wilayahnya dalam menentukan pilihan capres yang akan didukung.
"Yang akan hadir di Rapimnas hanya Ketua DPW saja. Kita tentunya tidak ingin Ketua DPW itu nantinya ketika di Rapimnas menyuarakan pilihan yang berbeda dengan kenyataan di bawah. Karena itu para Ketua DPW harus mendapat bekal yang pas dari masukan-masukan yang diterima dalam ajang Rapimwil karena melibatkan para Ketua DPC yang setiap hari bersentuhan langsung dengan aspirasi di akar rumput. Aspirasi dari akar rumput harus dijaga dengan baik," ujar Tontowi.
Karena itulah, lanjut Tontowi, pihaknya mendesak DPW PPP Jateng untuk segera menggelar Rapimwil sebelum digelar Rapimnas. Desakan itu menurutnya wajar sebagai bagian dari kepedulian pengurus partai di bawah menyikapi dinamika politik di elit PPP yang sangat dinamis. Dengan masukan di Rapimwil diharapkan, ketua DPW sudah memiliki pegangan yang jelas ketika datang ke Rapimnas.
Sekretaris DPW PPP Jateng, Suryanto, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengaku bisa menerima aspirasi tersebut. Dia berjanji akan berusaha untuk merealisasikan desakan para pimpinan DPC PPP se-Surakarta tersebut sebelum Rapimnas.
"Saya sangat sependapat dengan usulan teman-teman ini. Karenanya saya akan mengusulkan kepada DPW agar usulan ini diterima. Akan sangat baik jika Ketua DPW lebih dulu mendengar aspirasi di bawah secara riil mengenai arah dukungan konstituen sebelum hadir di Rapimnas yang akan memutuskan dukungan terhadap capres tertentu," ujarnya.
(mbr/rvk)










































