Menakertrans Apresiasi Perayaan May Day yang Aman dan Kondusif

Menakertrans Apresiasi Perayaan May Day yang Aman dan Kondusif

- detikNews
Kamis, 01 Mei 2014 19:27 WIB
Menakertrans Apresiasi Perayaan May Day yang Aman dan Kondusif
Jakarta - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, menyampaikan apresiasi kepada buruh dan serikat buruh atas perayaan May day di seluruh Indonesia. Perayaan May day hari ini berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif.

Berdasarkan hasil pemantauan dan pengumpulan data Posko Pemantauan May day Kemnakertrans 2014 selain aksi unjuk rasa, ternyata banyak kegiatan juga aksi sosial kemasyarakatan yang dilakukan oleh pekerja/buruh dalam merayakan mayday.

“Dari berbagai daerah di Indonesia masuk laporan bahwa para pekerja/buruh akan melakukan perayaan mayday dengan beragam aksi sosial kemasyarakatan baik di sekitar lingkungan perusahaan, kantor dinas tenaga kerja maupun kantor pemerintah daerah, “ kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di dalam siaran persnya kepada detikcom, Kamis (1/5/2014).

Selain mengadakan pengerahan massa, para pekerja/buruh melakukan perayaan May day yang dimanfaatkan melalui kegiatan sosial kemasyarakatan seperti panggung rakyat, donor darah, senam masal, makan bersama, sunatan massal, pembagian sembako, tarik tambang, dan lain-lain.

“Atas nama Pemerintah, kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada pekerja/buruh di seluruh Indonesia yang merayakan May day hari ini yang berjalan aman, meriah dan damai," kata Muhaimin.

Muhaimin mengatakan May day tahun terbilang istimewa karena merupakan kali pertama ditetapkannya 1 Mei sebagai hari libur. Oleh karena itu momentum ini harus dimanfaatkan guna membangun kebersamaan hubungan industrial antara pengusaha dengan pekerja/buruh.

"Peringatan Hari Buruh Internasional harus dimanfaatkan untuk membangun kebersamaan hubungan industrial agar lebih harmonis secara nasional dan menguntungkan semua pihak terkait. Hubungan industrial yang kondusif antara pengusaha dan pekerja/buruh menjadi kunci utama untuk menghindari terjadinya PHK, meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan meningkatkan produktivitas kerja,” kata Muhaimin.

Selama ini, kata Muhaimin pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mempererat jalinan hubungan silaturahmi baik yang dengan pengusaha mau pun pekerja/buruh untuk penguatan dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis.

“Pemerintah tidak tinggal diam dalam menanggapi aspirasi berbagai tuntutan pekerja/buruh, kita terus berupaya mencari solusi yang menguntungkan semua pihak baik itu pengusaha maupun pekerja. Semua aspek ketenagakerjaan kita benahi secara bertahap dan berkelanjutan baik dari segi perubahan regulasi maupun pengawasan pelaksanaanya," ucapnya.

Muhaimin mengatakan, para pekerja pun bisa menggunakan forum bipartit dan tripartit antara Pekerja, Pengusaha dan Pemerintah untuk berdialog menyampaikan aspirasi dan tuntutannya.

"Gunakan proses dialog baik antara serikat pekerja, pemerintah dan pengusaha dalam forum Tripartit Nasional. Yang paling penting adalah mencegah dan menghindari terjadinya PHK pekerja/buruh terkait kenaikan UMP ini," kata Muhaimin.


(rvk/iqb)


Berita Terkait