Sidang Ba'asyir, Keterangan Saksi Beda dengan BAP

Sidang Ba'asyir, Keterangan Saksi Beda dengan BAP

- detikNews
Kamis, 16 Des 2004 14:07 WIB
Jakarta - Persidangan tersangka kasus pengebomam Hotel JW Marriott, ustadz Abu Bakar Ba'asyir yang bertempat di Kantor Departemen Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (16/12/2004), memeriksa 3 orang saksi. Mereka adalah Sutikno, Surono, Imron Baihaqi. Ketiganya saksi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum.Dalam kesaksian Sutikno membuat pernyataan yang berbeda dengan yang tercantum dana BAP. Dalam BAP yang dibacakan oleh majelis hakim, Sutikno menyatakan ada pertemuan di puncak yang berlangsung 3 kali antara tahun 2002-2003. Dalam kurun waktu tersebut, Sutiknno menyatakan bahwa Abu Rusdan menjadi Amir JI, karena ABBB sibuk menjadi Ketua MMI. Dipersidangan peernyataan dalam BAP tersebut dibantah. Sutikno menyatakan dalam pertemuan tak membicarakan seperti itu. Lalu di BAP juga menyebutkan pada tahun 1998 dia menjadi anggoat JI, ternyata dalam persidangan, bahwa yang dimaksud JI oleh sutikno adalah jamaah ilsmiyah untuk pengajian dan dakwah.Terdakwa Abu Bakar Ba'asyir saat ditanya Majelis Hakim mengatakan mengenal Sutikno saat menjadi tahanan di Mabes Polri dan sewaktu sama-sama di tahanan Cipinang. Saksi kedua Imron Baihaqi mengaku menjadi nara pidana dengan hukuman 7 tahun melanggar UU Darurat karena memiliki senjata api. Ia mengaku kenal Abubakar Ba'asyir tahun 1999 waktu membesuk Abdullah Sungkar. Pertemuan kedua tahun 2000 di Solo, ketiga di bukit Al Ikhlas saat Ba'asyir menjadi penceramah sholat Jumat.Baihaqi mengaku menjadi anggota Jamaah Islamiyah , tetapi bukan JI seperti yang sekarang ini. "JI yang saya maksud dalah sebagai orang Islam, hidupnya berjamaah dan dipilih satu orang sebagai amir atau ketua. Dan yang diakui menjadi Amir adalah Abdullah Sunkar," katanya."Waktu Abdullah meninggal, saya berada di Moro. Lalu saya diberi tahu oleh Nasir Abbas, bahwa Abu Bakar Ba'asyir dipilih menjadi Amir JI. Ketika saya kembali ke Indonesia saya membuat laporan tertulis kepada amir JI tentang apa yang dilakukan di Moro, untuk disampaikan ke Amir baru. Tetapi sampai di Solo teman saya mengatakan Ba'asyir bukan Amir JI, tetapi ketua MMI," katanya.Jadi, tambah Baihaqi, dirinya tak jadi memberikan laporan tersebut. Dan dipersidangan laporan tersebut menjadi barang bukti. Juga terjadi perbedaan BAP dengan di persidangan. Terutama waktu keberadaan Ba'asyir di Moro saat menghadiri wisuda siswa di Moro. "Seingat saya, sambutan Basyir adalah menghidupkan sunnah nabi. Dan setahu saya Ustadz Ba'asyir gak pernah ke Moro, waktu wisuda saya gak lihat," tambahnya. (jon/)



Berita Terkait