Kasus Munir Tak Sulit Diungkap

Wawancara Hidayat Nurwahid

Kasus Munir Tak Sulit Diungkap

- detikNews
Kamis, 16 Des 2004 13:32 WIB
Jakarta - Tidak terasa kematian penggerak HAM Indonesia, Munir, sudah lewat 100 hari. Sayangnya proses hukum untuk mengungkap siapa yang meracuni Munir hingga tewas, tidak menunjukkan kemajuan yang berarti. Padahal rentang waktu kejadian jelas, orang-orang yang disekitarnya pun pasti.Oleh karena itu, Ketua MPR Hidayat Nurwahid menekankan agar polisi bersungguh-sungguh dan fokus menangani kasus ini. Bila tidak, kasus ini akan terlupakan begitu saja, yang berarti intimidasi kepada aktivis jalan terus.Berikut adalah petikan wawancara detikcom dengan Hidayat Nurwahid di sela-sela peringatan 100 hari meninggalnya Munir di Wisma Antara, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (15/12/2004).Setelah 100 hari, bagaimana Anda melihat proses penyelidikan kasus Munir?Ya memang disayangkan sekali bahwa usaha menemukan titik yang lebih serius untuk mengungkap konspirasi di balik peracunan ini tidak menunjukan progres yang melegakan. Saya kira semestinya akan lebih baik bagi kepolisian, penegakan hukum maupun pemerintahan sekarang kalau lebih progresif dan proaktif menyelesaikan kasus ini.Memang sejauh mana kesulitan mengungkap kasus ini?Tidak terlalu sulit, kan rentang peristiwanya jelas dan orang-orang yang ada di sekitarnya juga jelas. Saya kira itu jauh lebih mudah dari pada mengejar teroris-teroris bom itu. Nah kalau teroris-teroris itu bisa dikejar ke ujung Kalimantan sana, mengapa ini tidak? Saya khawatir kondisi ini menghadirkan sebuah kekhawatiran bahwa memang, katakanlah komitmen untuk menegakkan hukum dan membongkar teror terhadap aktivis HAM dan demokrasi belum hadir dengan kuat.Mudah-mudahan dengan adanye peringatan peristiwa 100 hari kematian Munir ini bisa menyentak ingatan dari pada beliau-beliau semuanya untuk bekerja secara maksimal.Mungkin karena banyak kasus yang ditangani polisi?Memang Cak Munir bukan satu-satunya kasus. Tapi kalau kasus ini bisa diselesaikan dengan cara yang profesional, dan tertangkaplah peracun itu yang sesungguhnya bukan kambing hitam, saya kira ini bisa menjadi titik tolak dan tonggak bagi kasus yang lain, yakni penangkapan teroris-teroris yang merusak tatanan negara.Apa penyebab utama tidak ada perkembangan yang melegakan sampai kini?Memang persoalannya apa itu sangat spekulatif. Tapi mungkin yang bisa dikemukakan di sini dan menjadi bahan diskusi dari awal adalah bahwa di Indonesia ini selalu berlaku kondisi di mana kita ini selalu dijebak oleh lingkaran setan masalah yang tidak pernah selesai.Satu masalah yang belum selesai dimunculkan masalah lain, kasus satu belum selesai muncul kasus yang lain. Kita lihat satu per satu urutan kasus sebelum Cak Munir. Sesudah Cak Munir saja ada kasus pembakaran rumah Jaksa Tinggi, larinya terpidana, bank yang disegel dan direkturnya lari.Begitu banyak masalah, tapi menurut saya itu tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk lari dari tanggung jawab. Selalu akan terjadi lingkaran setan semacam ini. Lingkaran setan itu bisa dihentikan jika kita mempunyai komitmen yang kuat untuk menegakan hukum, kemanusiaan dan menangkap para durjana itu.Anda punya prediksi atas penyelesaian kasus Munir?Saya tetap berharap kasus ini bisa dibongkar, dan bagaimana sesungguhnya ke depan tergantung upaya kita mengingatkan pemerintah, penegak hukum, tidak bersantai-santai dan lupa. Justru kalau kita lupa kasus ini akan semakin tidak ditanganai.Sepertinya Anda pesimis kasus ini akan diungkap tuntas?Seperti saya katakan tadi, terlalu banyak masalah yang dimunculkan. Dan dengan cara itu selalu ada alasan untuk kemudian melupakan yang lain. Tapi kita sendiri akan menjadi lupa kalau kita sendiri tidak pernah menegaskan dan memperingatkannya. (diks/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads