Jurus Pamungkas Akbar: Beri Hak Suara DPD II Golkar

Jurus Pamungkas Akbar: Beri Hak Suara DPD II Golkar

- detikNews
Kamis, 16 Des 2004 12:57 WIB
Jakarta - Pertarungan kubu Jusuf Kalla dengan Akbar Tandjung makin seru. Akbar yang dalam posisi lemah setelah Kalla menggandeng Agung Laksono dan Surya Paloh, akhirnya mengeluarkan jurus pamungkas. Akbar menggandeng Wiranto dan Marwah. Selain itu, Akbar akan melibatkan DPD II Golkar dalam pemilihan ketua umum. Keputusan ini diambil dalam rapat internal DPP Partai Golkar yang dipimpin Akbar Tandjung di Hotel Westin, Nusa Dua Bali, Rabu (16/12/2004). "Ya kita telah sepakat untuk mengajak DPD II untuk ikut memilih. Tapi harus diperjuangkan dulu di rapat paripurna," kata salah seorang yang ikut dalam pertemuan tersebut saat dihubungi detikcom melalui telepon.Upaya ini dilakukan kubu Akbar setelah mendapat desakan dari kubu Wiranto. Padahal sebelumnya, dalam Rapimnas Partai Golkar tanggal 13 Desember 2004 lalu, hampir seluruh DPD I menolak DPD II memberikan hak suaranya. Saat itu, penolakan dianggap sebagai langkah untuk menjegal Wiranto yang dianggap lawan tangguh Akbar Tandjung.Namun, setelah Kalla-Agung Laksono-Surya Paloh bersatu dalam satu paket pencalonan ketua umum, peta berubah cepat. Akbar, Wiranto dan Marwah Daud menjadi terlalu kecil melawan lawan yang tangguh. Alhasil, pada Kamis pagi ini (16/12/2004) dicapai kesepakatan berkoalisi.Ternyata tak cukup hanya koalisi. Rencana baru digagas, yakni dengan memainkan arena sidang. Musyawarah Nasional VII Partai Golkar yang pada awalnya hanya melibatkan DPD I atau setingkat provinsi diubah, yakni dengan melibatkan DPD II."Kita yakin dengan melibatkan DPD II dapat mengimbangi kekuatan Kalla Cs. Pak Wiranto masih punya kekuatan di sana, jaringan masih ada. Dan sudah terbukti dalam konvensi Partai Golkar. Sedangkan Marwah Daud Ibrahim kita harapkan bisa memecah suara dari Golkar wilayah Indonesia Timur," kata sumber tersebut.Namun, diperkirakan langkah dan strategi Akbar ini belum tentu berjalan mulus. Bisa saja Akbar akan mendapatkan perlawanan sengit dari DPD-DPD yang mendukung Kalla. Ingat, Kalla mengklaim telah didukung 28 DPD I Golkar. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads