"Partisipasi pilpres dapat dianggap sebagai bentuk ibadah selama dilakukan dengan baik dan benar yang mengindahkan nilai agama dan moral," kata Said di gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2014).
Sebaliknya, menurut Said, jika partisipasi pemilu dilakukan dengan menghalalkan segala cara, maka diangap sebagai bentuk kedurhakaan dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara. Ia juga mengingatkan agar masyarakat menghindari money politics karena sangat merugikan bangsa.
"PBNU juga mengimbau warga NU dan masyarakat umumnya untuk melakukan istigasah agar pilpres berjalan aman, damai dan lancar semoga presiden dan wakil presiden terpilih amanah yang mendahulukan kepentingan bangsa dan negara, memiliki kemampuan menuju Indonesia adil, makmur, dan bermartabat," katanya.
Said meminta agar masyarakat menjaga tali persaudaraan meskipun masing-masing memiliki pilihan dan dukungan berbeda. "Kita wajib bersama-sama menciptakan iklim dan suasana damai," ujar Said.
"Keikutsertaan secara aktif setiap warga negara dalam pilpres merupakan perwujudan tanggung jawab akan keberlangsungan Indonesia dan menjadi kesepakatan bersama untuk menjaganya," tutupnya.
(kff/mad)











































