Jadi Ketum Golkar, Jusuf Kalla Ingkari Janji Politik
Kamis, 16 Des 2004 12:39 WIB
Jakarta -
Ketua DPP PKB AS Hikam menilai pencalonan Jusuf Kalla sebagai ketua umum partai Golkar telah mengingkari janji politik yang disampaikan saat kampanye cawapres 2004 lalu."Saya sepakat walau secara legal formal tidak ada larangan seseorang menjabat dua jabatan, tetapi secara fatsun politik yang kita anut serta komitmen dan janji SBY-Kalla bahwa tidak ada rangkap jabatan di pemerintahan, seharusnya Jusuf Kalla tidak mencalonkan diri sebagai ketua DPP Partai Golkar karena secara politik punya dampak kurang baik bagi demokrasi politik di Indonesia," papar AS Hikam sebelum acara Kampanye Peduli Anak Nasional di Hotel Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (16/12/2004).Hikam memprediksi jika Kalla menang dalam pencalonan ketua umum partai Golkar akan ada kepentingan partai dalam pemerintahan SBY-Kalla kelak."Padahal, kita ingin pemerintah netral dan ada di atas semua kalangan. Ini juga patut dipertanyakanan apakah Kalla nantinya akan membawa kembali rezim Orba di mana Golkar selama 32 tahun menjadi penguasa di pemerintahan," kata dia."Dampak politiknya sangat buruk sekali, terutama di DPR khususnya bagi Golkar dan demokrasi di Indonesia tidak akan baik," lanjut AS Hikam.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































