"Banyak problemnya, bisa dendam, pernah menjadi korban atau dorongan libidonya yang kuat tapi enggak bisa menyalurkan karena masalah ekonomi, banyak sekali," ujar Seto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/4/2014).
Pria yang akrab disapa Kak Seto ini juga mengimbau para orangtua agar waspada. Karena menurutnya, pelaku bisa saja orang dekat korban.
"Bahwa orang terdekat anak bisa jadi pelaku kekerasan seksual. Bukan hanya anak perempuan, tetapi anak laki-laki juga bisa jadi korban," sambungnya.
Yang terpenting, menurutnya lagi, orangtua harus bisa mendekatkan diri dengan anak-anaknya. Anak-anak jangan hanya dijejali dengan pertanyaan prestasi akademik, tetapi juga soal perilaku anak.
"Bisa dilakukan pendekatan-pendekatan yang akrab dan penuh perhatian," ucapnya.
Untuk menggali hal ini, kata dia, orangtua jangan menginterogasi anak. Tetapi gunakan cara-cara yang dapat membuat anak terbuka.
"Jangan diinterogasi, tetapi diajak bicara dengan cara bercerita dengan dongeng-dongeng. Nanti anak akan bercerita sendiri," pungkasnya.
(mei/ndr)











































