Trio Akbar-Wiranto-Marwah akan Hadapi Kalla Cs

Trio Akbar-Wiranto-Marwah akan Hadapi Kalla Cs

- detikNews
Kamis, 16 Des 2004 11:51 WIB
Jakarta - Peta kekuatan di Munas VII Golkar di Bali terus berubah. Untuk menghadapi lawan tangguh paket trio Jusuf Kalla-Surya Paloh-Agung Laksono, Akbar Tandjung mulai mengubah strategi. Dia akan mengajak Wiranto dan Marwah Daud Ibrahim untuk bersatu. Ini dilakukan Akbar, karena sudah melakukan kalkulasi kekuatan. Untuk mempertahankan singgasana ketua umum Golkar, Akbar terpaksa melakukan strategi ini. Bahkan jurus-jurus yang sebelumnya 'tabu' terpaksa harus dikeluarkan lagi.Strategi Akbar ini diambil setelah Kalla, Agung dan Paloh resmi mendeklarasikan trio ini di depan 28 DPD I Partai Golkar, Rabu (15/12/2004) kemarin. Maklum saja, sebelumnya mereka secara sendiri-sendiri mencalonkan diri menjadi ketua umum Partai Golkar, dan kini mereka menyatakan bergabung. Apalagi, Kalla yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden memiliki segalanya. Baik dari segi pemerintahan, kekuatan politik, kekuatan dana (Kalla dikenal pengusaha), jaringan Golkar di kawasan Indonesia Timur dan lain-lain.Dalam sejarah, Akbar pernah kerepotan menghadapi ulah Kalla, yakni sewaktu pemilihan Ketua DPR. Akbar yang menjadi Koordinator Koalisi Kebangsaan, digerilya Kalla. Koalisi yang terdiri dari PDIP, Golkar, PPP dan PKB berhasil dipecah, dan PPP keluar dari koalisi kebangsaan.Demikian juga dalam Munas VII Partai Golkar di Nusa Dua Bali yang berlangsung mulai hari ini, Kamis (16/12/2004) Kalla juga turun gunung dan memporakporandakan bursa calon ketua umum Golkar. Banyak yang kaget Kalla benar-benar mencalonkan diri. Apalagi sebelumnya Jusuf Kalla beberapa kali menyatakan tidak akan mencalonkan diri menjadi ketua umum.Akbar pun buat strategi baru. Sumber detikcom yang dekat dengan Akbar Tandjung membenarkan jurus baru Akbar ini. Lobi-lobi untuk menghimpun tiga kekuatan menjadi kekuatan raksasa masih dilakukan Akbar. "Kita jajaki serius menggandeng Wiranto, Marwah Daud Ibrahim tentu saja Slamet Effendy Yusuf," ujar sumber tersebut. Pertemuan dengan Wiranto dan Marwah sudah dijajaki sejak Rabu (15/12/2004) sore. Sedangkan untuk Slamet Efendy Yusuf sudah tak ada masalah sejak awal.Hanya, belum ada kata sepakat untuk posisi masing-masing. "Kalau untuk Marwah saya dengar dia butuh mengembalikan posisinya untuk lebih kuat lagi di Golkar. Tapi untuk Pak Wiranto masih terus dijajaki. Tapi arah bergabung sudah kuat," tambahnya.Jurus lain yang disiapkan adalah menurunkan kartu as, yaitu mengocok ulang tata tertib pemilihan yang selama ini diusulkan kubu Wiranto, dengan melibatkan DPD II. "Wiranto sejak awal ngotot minta DPD II dilibatkan dalam pemilihan Ketum. Wiranto kuat di sana, dan sudah terbukti saat konvensi partai Golkar," katanya.Namun, sumber tersebut juga menyatakan tak mudah menggabungkan trio Akbar-Wiranto-Marwah. "Mereka bertiga belum pernah bergabung. Bahkan selama ini selalu bersaing, Akbar pernah dikalahkan Wiranto dalam konvensi, Marwah berkali-kali mendapat semprot dari Akbar," katanya. Tapi, bagaimana lagi kalau sudah menghadapi musuh besar, tak ada jalan lain bersatu kalau ingin menang.Sementara itu, salah seorang tim sukses Wiranto, Indra Bambang Utoyo saat dihubungi detikcom membenarkan upaya penjajakan kekuatan Akbar-Wiranto-Marwah. "Tapi, ini masih belum final. Pak Wiranto masih tetap meminta agar DPD-DPD II tetap dilibatkan dalam pemilihan ketua umum," kata dia. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads