Petani Cibabi ke Komnas HAM
Kamis, 16 Des 2004 11:36 WIB
Jakarta - Puluhan petani Kampung Cibabi Desa Gunung Batu, kecamatan Ciracap dan Sukabumi, mendatangi Komnas HAM. Mereka mengadu ke Komnas atas penggusuran kampung mereka oleh aparat yang menyebabkan 7 ribu rumah hangus."Kita minta bantuan Komnas HAm agar mengusut masalah penggusuran ini karena sudah banyak korban yang jatuh," kata Mukti yang mewakili warga kepada wartawan di Komnas HAM, Jl. Latuharhari, Jakarta, Kamis (16/12/2004).Mukti menuturkan, sebanyak 28 warga Desa Gunung Batu yang mendatangi Komnas HAM mewakili 7 ribu warga kampung tersebut. Mereka tiba di Komnas HAM sekitar pukul 10.00 WIB dan rencananya akan diterima perwakilan Komnas HAM pukul 14.00 WIB. Penggusuran terhadap warga Desa Gunung Batu bermula dari kasus sengketa tanah. Desa Gunung Batu diklaim sebagai milik Badan Perlindungan Alam setempat. Namun menurut warga, tanah itu adalah milik mereka. Kemudian pada 24 April 2002, warga dipaksa meninggalkan desa mereka. Aparat gabungan dari Brimob, TNI, satpol PP dari 8 kecamatan di Sukabumi melakukan operasi mengusir warga meninggalkan desanya. Para preman, kata Mukti juga ikut terlibat dalam penggusuran itu. "Ketika kita pulang, desa sudah hangus. Semua tempat tinggal hangus, harta benda dan hewan dijarah oleh para preman itu," kata Mukti.Setelah penggusuran itu, warga kemudian tinggal menyebar di beberapa desa sekitar. Namun banyak warga yang stress dan putus asa karena tak punya tempat tinggal. Sejak penggusuran itu hingga sekarang telah 58 warga meninggal. "Banyak yang gantung diri karena stress tak punya tempat tinggal lagi," jelas Mukti.
(iy/)











































