Australia Belum Hubungi RI Soal Ancaman Teror di Hilton
Kamis, 16 Des 2004 10:53 WIB
Jakarta -
Otoritas Australia belum menghubungi Indonesia sehubungan dengan peringatan adanya ancaman teroris terhadap hotel Hilton di RI. Namun diharapkan kontak akan dilakukan segera.Demikian disampaikan seorang pejabat di Kedutaan Besar RI di Canberra, Australia, Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo seperti diberitakan situs berita Australia, News.com.au, Kamis (16/12/2004).Menurut Yohanes, dirinya baru mengetahui warning serangan teroris tersebut dari internet dan dari travel warning yang dikeluarkan pemerintah Australia Rabu (15/12/2004) kemarin. "Kami selalu menganggap setiap informasi dengan serius jika itu berhubungan dengan keselamatan rakyat," tukas Yohanes."Biasanya mereka memberitahu kami. Saya pikir hari ini kami akan melakukan kontak dengan mereka untuk mendapat klarifikasi mengenai dikeluarkannya travel warning baru ini," ujarnya.Dikatakan Yohanes, bagi warga Australia yang sudah merencanakan pergi ke Indonesia, maka terserah bagi mereka apakah akan membatalkan keberangkatan atau tidak. "Saya hanya perlu menyampaikan kepada mereka bahwa tentu saja, kami akan melakukan upaya yang terbaik untuk memberikan rasa aman bagi mereka," tandasnya."Jadi jika sudah direncanakan, mereka bisa pergi ke Indonesia sesuai jadwal. Terserah mereka untuk memutuskannya," imbuhnya.Pemerintah Australia lewat Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan menyatakan telah menerima laporan intelijen yang spesifik mengenai kemungkinan terjadinya serangan teroris di Indonesia. Informasi intelijen tersebut mengungkapkan bahwa para teroris sedang merencanakan serangan yang menargetkan hotel Hilton.
(ita/)










































