Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono mengatakan, peningkatan status ini dilakukan sejak pukul 10.00 WIB.
"Yang terhormat semua pihak. Izin melaporkan, peningkatan Gunung Slamet dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) pada tanggal 30 April 2014 pukul 10.00 WIB," kata Surono dalam pesan tertulisnya, Rabu (30/4/2014).
Menurut Mbah Rono, begitu dia biasa disapa, terjadi peningkatan kegempaan vulkanik, terutama gempa letusan, gempa hembusan dan tremor. Selain itu, terjadi juga peningkatan energi kegempaan (RSAM).
"Deformasi dari pos ke stasiun Cilik dan Buncis menunjukkan inflasi," tambahnya.
Karena itu, dia merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak Gunung Slamet.
(mad/nrl)











































